Anggota PKK Kaliprau Dilatih Membuat Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah Sebagai Bagian dari Program Pengelolaan Sampah Mandiri

banner 468x60

‎‎Portalika.com [‎PEMALANG] – Fitesa Nur Firdasti, mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) di Desa Kaliprau, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, mengadakan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah kelapa dengan aroma kayu manis, Sabtu, 9 Agustus 2025.

‎Program kerja ini merupakan sub program dari Multidisiplin Satu yang berjudul Kaliprau Bijak Sampah: Sosialisasi dan Aksi Nyata Pengelolaan Sampah Mandiri Desa Kaliprau.

banner 300x250

Pelatihan lilin aromaterapi yang bertajuk analisis perbandingan komposisi bahan dalam formulasi lilin aromaterapi berbasis minyak jelantah kelapa dengan aroma kayu manis ini diikuti oleh ibu-ibu PKK setempat dengan tujuan mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan limbah minyak jelantah secara optimal.

‎Dalam pelatihan, Fitesa Nur Firdasti mengajarkan cara mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.

Proses pembuatan meliputi penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, dan penambahan aroma kayu manis untuk menghasilkan produk yang menarik dan bermanfaat.

‎“Saya berharap pelatihan ini bisa membuka wawasan masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara ramah lingkungan sekaligus memberikan peluang usaha baru yang dapat menunjang perekonomian desa,” ujar Fitesa.

Portalika.com/Ist

‎Lilin aromaterapi yang dibuat memiliki manfaat kesehatan dan psikologis. Berdasarkan beberapa jurnal, lilin aromaterapi dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur, serta menciptakan suasana relaksasi berkat aroma alami yang dihasilkan, khususnya aroma kayu manis yang memiliki sifat antibakteri dan menenangkan.

‎Penggunaan minyak jelantah sebagai bahan utama lilin juga memiliki dampak positif bagi lingkungan. Minyak jelantah yang biasanya dibuang sembarangan dapat menyebabkan pencemaran air dan tanah, serta berdampak buruk bagi ekosistem.

Dengan mengolah minyak jelantah menjadi produk bernilai seperti lilin aromaterapi, limbah ini dapat diminimalkan sehingga mengurangi pencemaran dan membantu menjaga kelestarian lingkungan.

‎‎Respon masyarakat Desa Kaliprau sangat antusias dan aktif dalam mengikuti pelatihan ini. Para ibu PKK sangat tertarik untuk belajar dan siap mengaplikasikan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

‎Lebih jauh, produksi lilin ini direncanakan untuk diteruskan oleh warga desa sebagai usaha yang dapat menunjang perekonomian lokal. Tim KKN Undip juga telah menyiapkan strategi branding produk, termasuk perhitungan harga pokok produksi (HPP), pembuatan merk, hingga pengelolaan media sosial seperti Instagram dan online shop.

“Harapannya, produk ini dapat dikembangkan lebih luas dan berkelanjutan,” katanya.

‎Program ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak desa, yang melihat kegiatan ini sebagai langkah positif dalam pengelolaan sampah dan pemberdayaan masyarakat.

‎Dengan pelatihan ini, masyarakat Desa Kaliprau diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan limbah minyak jelantah, mengurangi pencemaran lingkungan, dan sekaligus meningkatkan perekonomian desa melalui inovasi produk berbasis bahan alami. (*)

Penulis: Fitesa Nur Firdasti, mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri Universitas Diponegoro (Undip) Semarang

Editor: Triantotus

Komentar