Bakal Calon Wakil Walikota Solo Peduli Budaya Reog Ponorogo

banner 468x60

Portalika.com [SUKOHARJO] – Bakal calon wakil Walikota Surakarta yang sekaligus Ketua Forum Budaya Mataram (FBM), BRM Kusumo Putro meresmikan Padepokan Merah Putih kesenian reog Ponorogo sebagai wujud komitmen melestarikan budaya Indonesia, Jumat, 31 Mei 2024.

BRM Kusumo Putro mendapat kesempatan membuka Padepokan Merah Putih Singo Niti sebagai tonggak awal dalam kegiatan melestarikan budaya. Kusuma sendiri tergabung dalam organisasi FBM yang sekaligus juga pemerhati budaya dan penggiat lestari budaya di Kota Solo.

banner 300x250

Menururnya, dibukanya tempat tersebut sangat bersejarah seperti terdapat batu petilasan Panembahan Senopati dan sumur tua era Kerajaan Pajang. Untuk itu dirinya mempunyai kesempatan untuk melestarikan budaya yang ada di Padepokan Merah Putih tersebut.

Baca juga: Putri Aria Bima, Daftar Wawali Ke DPC PDIP Solo

Selain itu dia berkesempatan mendapatkan doa umbul dungo atau sholawatan bersama dengan sesepuh dan ketua adat untuk didoakan menjadi Wakil Walikota sehingga jika dia diberi kesempatan dia berkomitmen akan melestarikan budaya yang ada di Kota Solo Raya.

“Sehingga diharapkan dengan forum ini bisa mendapat perhatian dari pemerintah daerah provinsi hingga pusat untuk memberikan dukungan dalam melestarikan budaya yang ada di Indonesia,” katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Padepokan Merah Putih Singo Niti, Purwanto, pembukaan latihan padepokan ini merupakan awal untuk mengakomodir para pecinta seni reog Ponorogo di Solo Raya.

Dalam kesempatan tersebut juga disuguhkan tarian reog Ponorogo yang merupakan warisan budaya luhur Indonesia. Dilanjutkan beberapa sholawat mocopatan dan umbul dungo untuk membuka secara resmi Padepokan Merah Putih.

“Kami berharap dengan dibukanya ini awal yang bagus untuk menumbuhkembangkan dan melestarikan budaya yang ada di Indonesia terutama dipadukan Merah Putih ini sehingga diharapkan akan menjadi sekolah budaya di setiap kampung-kampung budaya di Solo Raya,” katanya.

“Di padepokan ini merupakan tempat situs bersejarah yang perlu pelestarian budaya. Di sini juga untuk latihan budaya seminggu sekali di hari Kamis,” kata dia. (Naharudin)

Komentar