33 Calon Kasatkoryon Banser Jalani Fit And Proper Test

banner 468x60

Portalika.com [SUKOHARJO] – Dalam rangka menyiapkan kader pemimpin Banser di tingkat kecamatan yang berkualitas dan berintegritas, Satkorcab Banser Kabupaten Sukoharjo menyelenggarakan kegiatan Fit dan Proper Test bagi calon Kasatkoryon Banser se-Kabupaten Sukoharjo, Minggu, 3 Mei 2026 di SMP IT Al Anis, Desa Ngemplak, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

Kegiatan berlangsung tertib, disiplin, dan penuh keseriusan sebagai bagian dari proses seleksi kepemimpinan yang objektif dan terukur.

banner 300x250

Sebanyak 33 calon Kasatkoryon Banser mengikuti proses seleksi ini, yang nantinya akan mengisi kepemimpinan di 11 PAC GP Ansor se-Kabupaten Sukoharjo. Para peserta merupakan kader-kader terbaik yang telah melalui tahapan kaderisasi dan direkomendasikan oleh masing-masing wilayah.

Dalam proses fit and proper test, para peserta diuji melalui beberapa materi utama, yaitu Materi Keagamaan meliputi pemahaman keislaman, ke-NU-an, dan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja).

Materi Kebanseran, mencakup pemahaman tentang tugas, fungsi, serta garis komando dalam tubuh Banser.

Materi Organisasi dan Kepemimpinan, yang menguji kapasitas manajerial, kemampuan memimpin, serta pemahaman struktur organisasi.

Rencana Tindak Lanjut (RTL), berupa pemaparan visi, strategi, dan program kerja sebagai Kasatkoryon di wilayah masing-masing.

Dalam apel pembukaan, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sukoharjo, Sahabat Dahwan Asqolani, memberikan arahan kepada seluruh peserta agar mengikuti proses ini dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.

“Kasatkoryon bukan hanya jabatan struktural, tetapi amanah perjuangan. Dibutuhkan kader yang tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga matang secara ideologi, organisasi, dan kepemimpinan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Korwil Ansor Soloraya PW GP Ansor Jawa Tengah, Sahabat Zen Fathoni Achmad, menegaskan pentingnya kebanggaan, loyalitas, serta jati diri kader Ansor dan Banser.

“Dimanapun kita berada, kita ini adalah anggota Banser. Maka kita harus bangga atas kebanseran yang sudah kita miliki. Kebanggaan itu harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan pengabdian kita kepada masyarakat, agama, dan negara,” tegasnya.

Ia juga menambahkan jabatan dalam organisasi bukanlah ukuran tertinggi, melainkan amanah untuk berkhidmat.

“Jabatan tinggi di Ansor bukan berarti strata tertinggi kita. Pada hakikatnya, dimanapun kita berada, kita tetap anggota Ansor. Karena Ansor itu melekat pada jiwa kita,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menekankan identitas sebagai Banser dan Ansor harus menjadi karakter yang hidup dalam setiap aktivitas kader, bukan sekadar simbol atau atribut semata.

Sementara itu, Kasatkorcab Banser Sukoharjo, Sahabat Suwondo, dalam arahannya menegaskan bahwa fit and proper test ini merupakan bagian penting dari proses kaderisasi yang berkelanjutan.

“Seleksi ini bukan sekadar formalitas, tetapi upaya untuk memastikan bahwa Kasatkoryon yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas, loyalitas komando, serta kesiapan dalam mengemban tugas organisasi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan seorang Kasatkoryon harus mampu menjadi teladan, penggerak, sekaligus penguat soliditas Banser di wilayahnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan akan lahir pemimpin-pemimpin Banser di tingkat kecamatan yang tangguh, disiplin, serta mampu menjalankan roda organisasi secara efektif dan berkelanjutan, demi menjaga marwah organisasi serta pengabdian kepada agama, bangsa, dan negara. (Arinto DS/*)

Editor: Suryono

Komentar