Undip Tularkan Cara Membuat Tepache dari Limbah Kulit Nanas ke Warga Padangsari Semarang

banner 468x60

Portalika.com [SEMARANG] – Tim pengabdian masyarakat dari Departemen Biologi Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jateng sukses menggelar pelatihan pembuatan Tepache bagi warga Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Semarang.

Siaran pers yang diterima Senin, 4 Mei 2026 menyebutkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah organik rumah tangga, sekaligus memperkenalkan alternatif minuman sehat berbasis fermentasi yang mudah dan murah untuk dipraktikkan di rumah.

banner 300x250

Pelatihan ini diikuti sekitar 20–30 peserta, terdiri atas ibu rumah tangga dan warga usia produktif di lingkungan Kelurahan Padangsari. Kegiatan dilaksanakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat Undip yang diketuai Dwi Retno Fatmawati, MSi dengan anggota dosen Dr Drs Wijanarka, Dr Dra Susiana Purwantisari, dan Drs Budi Raharjo, MSi serta didukung oleh mahasiswa Undip yang berperan sebagai asisten pendamping selama sesi penyuluhan maupun praktik berlangsung.

Kegiatan diawali dengan sesi penyuluhan interaktif mengenai potensi kulit nanas sebagai bahan baku fermentasi, konsep dasar pembuatan Tepache, serta manfaat kesehatan minuman fermentasi yang mengandung bakteri asam laktat dan metabolit fungsional.

Materi disampaikan menggunakan media leaflet dan demonstrasi visual yang mudah dipahami oleh masyarakat umum. Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, ditandai dengan aktifnya sesi tanya jawab mengenai waktu fermentasi, variasi bahan, hingga cara penyimpanan produk yang aman.

Setelah penyuluhan, peserta langsung terlibat dalam praktik pembuatan Tepache secara berkelompok dengan pendampingan penuh dari tim pengabdian. Proses yang diajarkan meliputi pemilihan dan pencucian kulit nanas, penambahan gula sesuai rasio yang tepat, hingga pengaturan waktu fermentasi dalam wadah non-reaktif.

Solusi Nyata Pengelolaan Limbah

Seluruh kelompok peserta berhasil menyelesaikan proses pembuatan Tepache dengan baik, dan produk yang dihasilkan menunjukkan aroma serta karakteristik fermentasi awal yang sesuai standar.

Kegiatan ini berhasil mengubah perspektif peserta terhadap limbah dapur. Kulit nanas yang selama ini dibuang begitu saja kini dipandang sebagai bahan berharga yang dapat diolah menjadi produk minuman bernilai tambah.

Sebagian besar peserta menyatakan antusias untuk mempraktikkan pembuatan Tepache secara mandiri di rumah dan menyebarkan pengetahuan ini kepada keluarga serta lingkungan sekitar mereka.

Sebagai universitas yang berkomitmen pada pengabdian masyarakat berbasis ilmu pengetahuan, Undip berharap kegiatan ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang aplikatif dalam bidang pangan dan lingkungan.

Melalui pendekatan teknologi tepat guna yang sederhana dan terjangkau, Undip terus berupaya menghadirkan solusi nyata bagi tantangan pengelolaan limbah organik rumah tangga sekaligus mendukung gaya hidup sehat masyarakat secara berkelanjutan. (Iskandar)

Komentar