Portalika.com [SUKOHARJO] – Pengurus Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Sukoharjo menyelenggarakan kegiatan Pemantapan dan Upgrading bagi jajaran Satkorcab, Unit Khusus, serta calon Kasatkoryon Banser se-Kabupaten Sukoharjo.
Kegiatan dalam upaya memperkuat kapasitas, militansi, serta soliditas kader ini dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu, 18 dan 19 April 2026, di Pondok Pesantren Al Husaini Indonesia, Desa Jagan, Kecamatan Bendosari.
Selama dua hari, kegiatan berlangsung dengan penuh semangat, kedisiplinan, serta nuansa kekeluargaan yang kuat antar kader.
Sebanyak 60 kader Banser dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukoharjo turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka merupakan kader-kader terpilih yang dipersiapkan untuk memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kecamatan (Satkoryon), serta mengemban peran strategis dalam pengabdian kepada masyarakat, agama, dan negara.
Kegiatan upgrading menghadirkan pemateri dari jajaran pusat dan wilayah, di antaranya dari Satkornas Banser Sahabat Nuril Huda, serta dari Satkorwil Banser Jawa Tengah Sahabat Dwi Nugroho Kustanto dan Sahabat Muhammad Abdullah.
Para pemateri memberikan pembekalan komprehensif meliputi penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah, wawasan kebangsaan, manajemen organisasi, kepemimpinan kader, serta peningkatan kesiapsiagaan dan kedisiplinan anggota Banser.
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sukoharjo, Sahabat Dahwan Asqolani, menekankan kegiatan upgrading bukan sekadar agenda rutin, tetapi merupakan proses strategis dalam mencetak kader Banser yang militan, loyal, dan berintegritas tinggi.
“Banser harus menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai ke-NU-an, keindonesiaan, dan kemanusiaan. Kader Banser harus siap secara mental, ideologi, dan organisatoris,” tegasnya.
Sementara itu, Kasatkorcab Banser Sukoharjo, Sahabat Suwondo, menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam melakukan regenerasi kepemimpinan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Ia juga menegaskan pentingnya disiplin, loyalitas komando, serta kesiapan kader dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kita siapkan kader-kader terbaik Banser yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang dalam berpikir, bersikap, dan bertindak sesuai nilai-nilai organisasi,” ungkapnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi, simulasi kepemimpinan, pembinaan fisik dan mental, serta penguatan koordinasi antar kader.
Hal ini bertujuan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam praktik di lapangan.
Dengan terselenggaranya kegiatan Pemantapan dan Upgrading ini, diharapkan seluruh peserta mampu menjadi motor penggerak organisasi di wilayah masing-masing, memperkuat soliditas Banser, serta meningkatkan kontribusi nyata dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mengawal nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi organisasi dalam menyongsong tantangan ke depan, dengan semangat kebersamaan, loyalitas, dan pengabdian tanpa batas. (Arinto DS/*)
Editor: Suryono












Komentar