Portalika.com [SURAKARTA] – Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta/Solo, Jateng kembali menggelar bursa kerja bertajuk Unisri Job Expo 2026, pada 20 dan 21 Mei 2026. Menggandeng puluhan perusahaan terkemuka, ajang ini menyediakan sekitar 1.500 lowongan kerja bagi masyarakat di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta Solo Raya khususnya.
Ada yang menarik pada gelaran Unisri Job Expo 2026 di kampus setempat tahun ini. Berdasarkan edaran dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Surakarta, lowongan kerja di Unisri Job Expo 2026 tidak memberlakukan pembatasan usia. Hal ini menjadi angin segar bagi para pencari kerja lintas generasi.
Rektor Unisri Surakarta, Prof Dr Sutoyo, MPd, mengungkapkan rasa antusiasnya atas terselenggaranya bursa kerja ini. Menurutnya, kuota sekitar 1.500 lowongan yang ditawarkan merupakan kesempatan besar bagi para pencari kerja untuk memilih posisi yang paling sesuai dengan minat dan keahlian mereka.
“Saya saja yang bukan pencari kerja senang dengan adanya expo ini. Bagi mereka yang baru lulus [fresh graduate], momentum ini sangat penting untuk mencari pengalaman pertama di dunia kerja,” ujar Prof Sutoyo saat diwawancarai di sela-sela acara.
Menanggapi kebijakan baru mengenai usia, Prof Sutoyo menegaskan bahwa pintu kesempatan terbuka lebar bagi siapa saja yang memiliki kemampuan.
“Sekarang usia pencari kerja kan tidak dibatasi, sesuai edaran dari Dinas Tenaga Kerja. Karena itu, bagi mereka yang usianya bahkan sudah 50 tahun, selama kompetensinya memenuhi dan secara fisik mumpuni, silahkan memanfaatkan peluang ini,” imbuh dia.
Standarisasi Ketat
Prof Sutoyo juga menjelaskan mengapa daftar perusahaan peserta expo selalu dinamis dan berubah dari tahun ke tahun. Selain karena kebutuhan internal perusahaan yang fluktuatif setiap tahunnya, Unisri kini menerapkan standardisasi yang lebih ketat dalam memilih mitra pemberi kerja.

“Kami meningkatkan standarisasi pemberi kerja. Perusahaan yang bergabung tentu adalah mereka yang bisa memberikan jaminan jelas kepada para pencari kerja, baik dari sisi sistem penggajian maupun fasilitas kesehatan. Dengan demikian, para pelamar bisa merasa yakin dan nyaman,” tegas dia.
Beberapa lembaga rekrutmen besar turut ambil bagian dalam expo kali ini, salah satunya adalah PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS). Lembaga rekrutmen ini nantinya akan menyalurkan tenaga kerja ke berbagai mitra kerja strategis dan sektor perbankan bonafide, seperti Bank BRI hingga Bank Jateng.
Meskipun peserta perusahaan berasal dari berbagai daerah di Jateng dan DIY, dominasi terbesar masih dipegang oleh korporasi dan industri lokal yang berbasis di wilayah Solo Raya.
Sinergi Tekan Angka Pengangguran di Solo
Langkah Unisri menggelar bursa kerja ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kota Solo. Kepala Dinas Tenaga Kerja Surakarta, Pramutedy Sukoco, SE, MSi, menyatakan bahwa agenda job expo seperti ini menjadi instrumen efektif untuk menekan angka pengangguran di daerah.
“Kami sangat mengapresiasi penyelenggaraan Job Expo di Unisri ini. Kami dari Disnaker rutin melakukan kerja sama dan rapat koordinasi dengan Ketua PKK Unisri,” kata dia.
Melalui sinergi yang kuat antara dunia akademis dan pemerintah, Disnaker berharap penyerapan tenaga kerja di sektor formal dapat dipercepat, khususnya bagi lulusan baru di dunia pendidikan.
“Para lulusan fresh graduate ini terus kita dorong supaya mau dan siap bekerja di sektor formal. Dari sini, muncul harapan besar untuk mempercepat pengentasan pengangguran, khususnya di sektor pendidikan yang ada di Kota Surakarta,” tegas dia. (Iskandar)












Komentar