Canda Tawa Ala Gubernur Luthfi Saat Daring Dengan Bupati dan Walikota Se-Jateng, Ojo Kramas Wae

banner 468x60

Portalika.com [KENDAL] – Ada sejumlah momen lucu saat acara penanaman mangrove dan cemara laut di pesisir pantai Jawa Tengah. Acara Mageri Segoro serentak di 35 kabupaten kota yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi itu dihadiri bupati dan walikota secara daring.

Jika Bupati dan Walikota melakukan penanaman di masing-masing wilayah, maka Gubernur Ahmad Luthfi hadir pada penanaman Mangrove serentak Mageri Segoro 2025 di Pantai Muara Kencana, Desa Pidodo Kulon, Kabupaten Kendal.

banner 300x250

Bupati Kendal, Dyah Kartika juga hadir mendampingi di lokasi. Sementara Walikota Semarang, Agustina Wilujeng, Wakil Walikota Tegal, Tazkiyatul Mutmainah, dan lainya hadir secara daring.

Usai penanaman, Ahmad Luthfi melakukan tanya jawab dengan para bupati dan walikota. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng melaporkan kegiatan di Semarang, sebagaimana instruksi pertama kali ditanya jawab dari tersebut. Selanjutnya dari Kabupaten Demak.

Khusus Demak, Gubernur meminta Pemkab melakukan penanaman di sekitar Giant Sea Wall. “Nanamnya jangan di sekitar wilayahnya penduduk saja. Tapi juga di sekitar Giant Sea Wall. Saat nanti pembangunan selesai, mangrove-nya juga sudah tumbuh tinggi,” kata Ahmad Luthfi, Rabu, 15 Oktober 2025.

Selanjutnya ia menyebut Walikota Tegal, Dedy Yon Supriyono. “Walikota Tegal laporan…, aja mung kromas-kramas wae (jangan cuci rambut aja),” ceplos Ahmad Luthfi. Hal itu sontak membuat warga yang hadir tertawa.

Walikota, Dedy Yon diketahui baru saja mengakhiri masa lajang dengan melangsungkan pernikahan. Dalam kegiatan penanaman mangrove tersebut, ia diwakili Wakil Walikota Tazkitatul Mutmainah.

“Kami menanam 10 ribu mangrove. Disupport oleh elemen masyarakat hingga dari dunia pendidikan,” kata Tazkiyatul Mutmainah yang akrab disapa Iin.

“Wakil Walikotane kok resik. Nanam po rak kui mau?” canda Ahmad Luthfi.

“Ikut menanam Bapak. Tadi sudah cuci tangan,” jawab Iin.

Dalam momen tanya jawab itu, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan agar kabupaten dan kota membuat Tim Percepatan. Nantinya, Dinas LHK Pemprov Jateng bakal mengeluarkan surat untuk mendukung percepatan penyelamatan pesisir pantai di Jateng dengan menanam mangrove.

Gubernur Jawa Tengah saat ini fokus dalam penyelamatan pesisir dari abrasi. Terhitung sejak Juni sampai hari ini sudah tertanam 1,3 juta batang.

Harapannya pada Desember nanti bisa mencapai 2 juta mangrove. Ahmad Luthfi menegaskan gerakan Mageri Segoro bukan sekadar seremoni, tetapi langkah konkret menjaga masa depan lingkungan.

Kegiatan ini bagian dari program prioritas yang diusung Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin yakni, penanggulangan bencana dan keberlanjutan lingkungan melalui Mageri Segoro untuk mengamankan garis pantai. (*)

Editor: Triantotus

Komentar