Portalika.com [KARANGANYAR] – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Bali Ndeso Berbakti di Desa Tohkuning, Karangpandan, Karanganyar, Jateng dinyatakan memenuhi syarat menyediakan makan bergizi gratis (MBG).
Hal ini terjadi setelah pada Sabtu, 28 Juni 2025 dikunjungi tim dari Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) yang memeriksa ke lokasi.
Tenaga Ahli Madya BP Taskin, Dina Ardiyanti mengatakan BP Taskin adalah badan baru yang dibentuk oleh presiden, setara dengan kementerian. Salah satu tugasnya adalah mendorong program-program percepatan.
“Jadi kami ini selain berkoordinasi dengan kementerian juga dengan pemerintah daerah. Kunjungan kami ke Karangpandan ini untuk melihat kesiapan dapur-dapur ini untuk menerima suplai dari Koperasi Merah Putih ataupun Bumdes [Badan Usaha Milik Desa],” papar Dina menjawab pertanyaan awak media seusai memeriksa dapur SPPG milik Yayasan Bali Ndeso Berbakti di Desa Tohkuning, Karangpandan, Karanganyar.
Menurut dia presiden sudah berekali-kali menyampaikan bahwa Program MBG ini tidak hanya untuk anak yang kemudian mengurangi beban keluarga untuk makan, tapi juga bagaimana ekonomi ini bergerak. Ekonomi yang dimaksud di sini adalah ekonomi masyarakat miskin.
Karena itu tenaga kerja di dapur itu diharapkan melibatkan orang-orang tak mampu sekitar lokasi. Untuk suplai bahan baku diharapkan dari koperasi-koperasi yang direkomendasikan.
Untuk itu pihaknya siap sowan ke Bupati dan Wakil Bupati agar ikut mendorong persiapan koperasi-koperasi ini sebagai suplaier. Pihaknya juga mengapresiasi yayasan yang telah mempekerjakan para janda, difabel dan sebagainya. Diharapkan langkah ini bisa diteruskan pada dapur-dapur lain.

Dengan demikian untuk kelompok-kelompok khusus yang mendapat perhatian seperti rentan miskin, bisa ikut menjadi bagian dari program pemerintah ini. Diharapkan semua bisa mendapatkan manfaat langsung maupum tidak langsung.
Beroperasi Bulan Juli
Sementara itu perwakilan dari Yayasan Bali Ndeso Berbakti, Bimo Aji Sudarsono berharap agar pihak MBG segera memroses dapur-dapur yang sudah siap. Tentu dengan kehadiran BP Taskin sinergitas yang diharapkan dari berbagai pihak untuk mewujudkan proses dapur ini segera terealisasi termasuk suplai bahan-bahan baku.
Untuk memulai awal beroperasi dapurnya, Bimo mengaku masih menunggu kepastian dari Satuan Pelaksana Program Indonesia (SPPI). “Mungkin sekitar Bulan Juli,” kata dia.
Berdasar pantauan di lapangan, peralatan dapur yang ada di dapur ini terdapat sejumlah tungku kompor gas untuk memasak. Di dekat masing-masing tungku terdapat pipa stainless untuk menuangkan air.
Dengan demikian jika tukang masak butuh air tidak perlu pindah tempat, tinggal menungkan air dari pipa di dekatnya. Selain itu dapur juga terlihat cukup bersih.
Sedangkan makanan yang sudah dimasak ditempatkan di wadah stainless tertutup, siap didistribusikan diangkut armada pengakut yang disediakan. (Iskandar)












Komentar