Portalika.com [SUKOHARJO] – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kabupaten Sukoharjo, puluhan seniman perupa menggelar Pameran 1.000 Lukisan di Taman Budaya Suryani, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Pameran yang berlangsung pada 11–18 Juli 2026 ini menghadirkan beragam karya, mulai dari potret Presiden pertama RI Soekarno hingga Presiden Prabowo Subianto, serta lukisan bertema budaya, alam, dan kearifan lokal Sukoharjo.
Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, mengatakan angka 1.000 bukan sekadar jumlah karya, tetapi menjadi simbol keberagaman dan semangat berkarya para perupa di Kabupaten Sukoharjo.
Menurutnya, pameran tersebut menjadi wadah bagi para seniman untuk mengekspresikan gagasan, budaya, tradisi, hingga kekayaan lokal yang dimiliki Sukoharjo.
“Kearifan lokal juga tergambar dalam berbagai karya yang dipamerkan. Ini akan menambah khazanah seni di Kabupaten Sukoharjo sekaligus menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif ke depan,” ujarnya.
Ia berharap komunitas seniman di Sukoharjo semakin solid dan mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak sehingga tercipta ekosistem seni yang kuat.
Menurutnya, seni dan budaya memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Salah satu perupa, Mulyani, menampilkan karya bergaya naturalis yang mengangkat tema Dewi Kemakmuran sebagai simbol “Bumi Makmur Sukoharjo”. Ia menjelaskan, karya tersebut dibuat menggunakan perpaduan cat akrilik dan cat minyak.
“Proses pengerjaan satu lukisan bisa memakan waktu sekitar satu minggu, tergantung tingkat kesulitannya,” jelasnya.
Melalui pameran ini, Mulyani berharap masyarakat semakin mengenal banyaknya potensi seniman di Sukoharjo yang terus melahirkan kreasi dan inovasi melalui karya-karya seni lukis.
Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Sukoharjo, Soni Sumarsono, berharap pameran seni rupa ini mampu memberikan pengalaman estetik bagi masyarakat sekaligus menjadi ruang apresiasi terhadap karya para seniman lokal.
“Semoga masyarakat dapat menikmati keindahan seni. Seni dapat menghadirkan kesejukan, menjadi cahaya di tengah kegelapan, serta memberi inspirasi bagi siapa saja yang menikmatinya,” katanya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara rutin dan menjadi identitas budaya Kabupaten Sukoharjo. Dengan demikian, Sukoharjo tidak hanya dikenal sebagai daerah industri dan pertanian, tetapi juga berkembang sebagai salah satu pusat wisata seni dan budaya di Jawa Tengah. (Naharudin)












Komentar