Dirjen PPPK, Ahmad Mahendra: Tari Bukan Sekadar Praktik Seremonial

banner 468x60

Portalika.com [SOLO] – Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan (Dirjen PPPK), Ahmad Mahendra, di pembukaan perayaan Hari Tari Dunia, 24 Jam Menari ISI Solo Tahun 2025 mengapresiasi kegiatan 24 Jam Menari ke-19 di ISI Solo.

Jurusan Tari dan segenap keluarga besar ISI Solo selalu berhasil mengemas gelaran 24 Jam Menari dalam perspektif artistik dan estetik yang luar biasa.

banner 300x250

Kegiatan 24 Jam Menari ini adalah salah satu upaya untuk memperkenalkan khasanah tari kita kepada khalayak yang lebih luas. Masyarakat kita perlu menyadari bahwa seni tari bukan hanya sekadar praktik seremonial namun juga bagian penting dari sejarah perjalanan bangsa, wadah untuk memperkaya ekspresi budaya, sarana produksi pengetahuan, dan nilai-nilai kemanusiaan, bahkan juga alat diplomasi bagi budaya Indonesia.

Pidato tertulia yang dibacakan Judi Wahjudin, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan menyatakan tema The Land of Thousands Kingdom. Menurutnya, Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan itu juga mengingatkan betapa masyarakat juga harus terus diberikan pemahaman dan pencerahan, dalam setiap gerak tari selalu membawa pesan-pesan edukasi.

“Kolaborasi, sinergi kreatif, dalam memadupadankan berbagai elemen dari puluhan kelompok tari dari seluruh penjuru nusantara dan sejumlah negara menunjukkan betapa pertunjukan ini dipersiapkan dengan sungguh-sungguh,” ungkap Mahendra.

Portalika.com/Ariyanto

Keterlibatan para pelaku UMKM pendukung pertunjukan juga menjelaskan betapa seni pertunjukan atau tari dapat memberikan dampak ekonomi yang cukup kuat. Event tahunan 24 Jam Menari dalam rangkaian Hari Tari Dunia tahun 2025 ini patut dilanjutkan dan didukung di masa yang akan datang.

Sedangkan Rektor ISI Solo, I Nyoman Sukerna, menyatakan dunia tari adalah budaya yang berakar dari kerajaan-kerajaan. Kerajaan-kerajaan adalah patronasi budaya yang pada masa kekinian berkembang hingga menjadi kerajaan yang ada dalam diri kita.

Ribuan kerajaan berkumpul bersama, bergerak bersama, merayakan bersama Hari Tari Dunia dalam 24 Jam Menari ISI Surakarta.

Dengan merayakan Hari Tari Dunia, ujarnya, kita tidak hanya menghargai warisan budaya dan kesenian yang ada, tetapi juga meneguhkan komitmen kita untuk melestarikan, mengembangkan dan menjaga keberagaman seni tari sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita.

Semoga keindahan dan semangat seni tari terus menyala menginspirasi dan menyatukan kita semua.Rektor juga menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan sponsor dari berbagai pihak sehingga gelaran 24 Jam Menari ke-19 ISI Solo tahun 2025 ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses. (ton/har/Ariyanto)
Editor: Suryono

Komentar