Portalika.com [TRENGGALEK, JAWA TIMUR] – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin sangat berharap pemerintah pusat bisa segera menentukan tempat yang diusulkan untuk pendirian sekolah rakyat didaerahnya.
Sekolah rakyat merupakan program pendidikan yang diinisiasi pemerintah pusat dan dikendalikan Kementerian Sosial (Kemensos).
Kedepan diharapkan sekolah rakyat akan memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas tinggi kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Beberapa lahan yang sudah diserahkan ke pemerintah pusat saat ini ditolak, Bupati Trenggalek akan segera menyodorkan opsi lahan baru agar pembangunan bisa segera dilakukan dan siap untuk menyelenggarakan sekolah rakyat pada tahun ajaran berikutnya.
Menurut Arifin awalnya pemerintah daerah menyiapkan lahan di kawasan Dilem Wilis, Kecamatan Bendungan untuk dibangun sekolah rakyat.
“Awalnya pengajuan lahan persiapan pendirian SR kami masuk daftar 1B. Daftar 1B itu adalah yang sudah punya tanah kemudian siap untuk rekrutmen. Tapi ternyata Kementerian PU tidak memasukkan nama kita [Trenggalek] dan kita dimasukkan ke tahap kedua, artinya membangun baru,” kata M Nur Arifin, Rabu, 4 Juni 2025.
Dalam pelaksanaannya nanti, sekolah rakyat akan menerapkan sistem boarding school dan seluruh biaya pendidikan akan ditanggung pemerintah. Sekolah ini diharapkan akan menjadi model baru untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.
“Setelah lahan pengajuan awal ditolak maka kami akan sodorkan beberapa tanah aset pemkab yang ada di kawasan sekitar Pasar Basah di kawasan daerah perkotaan, dekat stadion dan segala macam. Nanti kami lihat mana yang akan disetujui, saya berharap pemerintah pusat bisa segera menentukan tempat yang diusulkan. Harapannya pembangunan bisa segera dilakukan dan siap untuk menyelenggarakan SR pada tahun ajaran berikutnya,” tandasnya (Rudi Sukamto)












Komentar