Fastara Wadah Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Perajin Tas Rumahan

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani, resmi membuka Festival Tas Nusantara (Festara) III di halaman Balaikota Surakarta, Jumat, 19 Juni 2026.

Astrid berharap Festara mampu menjadi wadah pengembangan ekonomi kerakyatan sekaligus mendorong lahirnya kreativitas para pengrajin tas rumahan dalam menghasilkan produk-produk bernilai ekonomis dan berdaya saing.

banner 300x250

Menurut Astrid Widayani, keberadaan Festival Tas Nusantara tidak hanya menjadi ajang pameran produk kerajinan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan kualitas produk, serta memperkuat daya saing industri kreatif lokal.

“Festival Tas Nusantara merupakan momentum yang sangat baik untuk memperkenalkan berbagai karya anak bangsa, khususnya para pengrajin tas rumahan. Saya berharap kegiatan ini mampu meningkatkan ekonomi kerakyatan dan menjadi sarana pemberdayaan masyarakat melalui sektor industri kreatif,” ujar Astrid saat membuka kegiatan tersebut.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Surakarta terus memberikan dukungan terhadap pengembangan UMKM sebagai salah satu pilar utama penggerak perekonomian daerah.

Melalui berbagai program pemberdayaan, pelatihan, pendampingan usaha, hingga promosi produk, Pemkot Surakarta berkomitmen menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan usaha masyarakat.

Dalam sambutannya, Astrid juga memberikan apresiasi kepada para peserta dan komunitas pengrajin yang mampu menghadirkan berbagai produk tas dengan desain inovatif dan kreatif.

Tidak sedikit produk yang dipamerkan memanfaatkan bahan-bahan daur ulang maupun barang-barang yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna menjadi produk fesyen yang menarik dan memiliki nilai jual tinggi.

“Pemanfaatan bahan daur ulang menjadi produk tas yang berkualitas merupakan bentuk kreativitas yang patut diapresiasi. Selain memberikan nilai ekonomi, langkah ini juga mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui pengurangan limbah dan pemanfaatan kembali material yang masih bisa digunakan,” katanya.

Menurut Astrid, tren penggunaan produk ramah lingkungan saat ini semakin berkembang di berbagai kalangan masyarakat.

Oleh karena itu, para pengrajin diharapkan mampu menangkap peluang tersebut dengan terus berinovasi menciptakan produk yang tidak hanya menarik secara desain, tetapi juga memiliki nilai keberlanjutan.

Festival Tas Nusantara III menghadirkan puluhan stan pelaku usaha dan pengrajin tas dari berbagai daerah di Indonesia. Beragam produk ditampilkan, mulai dari tas berbahan kain tradisional, kulit, anyaman, hingga tas berbahan dasar limbah daur ulang yang diolah menjadi produk fesyen modern.

Kegiatan ini juga diramaikan dengan berbagai agenda pendukung seperti pameran produk unggulan, peragaan busana berbasis produk kerajinan, edukasi pengolahan bahan daur ulang, serta forum berbagi pengalaman bagi para pelaku UMKM kreatif.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan dapat saling bertukar pengetahuan dan memperluas peluang kerja sama usaha.

Astrid menambahkan industri kreatif memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan menjadi salah satu sektor unggulan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas kreatif, akademisi, dan masyarakat untuk menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkelanjutan.

“Melalui Festival Tas Nusantara ini, saya berharap lahir semakin banyak pengusaha kreatif yang mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mengangkat produk lokal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Pembukaan Festival Tas Nusantara III berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Kehadiran berbagai produk kreatif hasil karya pengrajin lokal menjadi bukti bahwa sektor ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Surakarta. (Ariyanto)

Komentar