Mahasiswa KKN Undip Dorong Diversifikasi Pangan melalui Pelatihan Pengolahan Susu, Dukung Implementasi SDGs 2 dan 3

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program kerja monodisiplin berupa sosialisasi dan demonstrasi pengolahan susu kepada Ibu-Ibu PKK RW 3 Dusun Citran, Desa Blimbing, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Rabu, 5 Agustus 2026.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pengolahan susu yang aman sekaligus memperkenalkan diversifikasi produk olahan susu yang memiliki nilai tambah serta berpotensi dikembangkan sebagai peluang usaha berbasis potensi lokal.

banner 300x250

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi dan demonstrasi proses pasteurisasi susu murni oleh Flora Annafi Ghazelov. Pada sesi ini, peserta dikenalkan dengan konsep pasteurisasi sebagai metode pemanasan susu pada suhu tertentu selama waktu tertentu untuk mengurangi mikroorganisme patogen tanpa menghilangkan kandungan gizi yang terkandung di dalam susu.

Selain menjelaskan tahapan pasteurisasi secara langsung, Flora juga memperagakan cara penggunaan termometer makanan yang benar sebagai alat untuk mengontrol suhu selama proses pasteurisasi berlangsung.

Portalika.com/Ist

Peserta diberikan edukasi mengenai pentingnya penggunaan termometer agar suhu pemanasan tetap sesuai standar sehingga kualitas susu dapat terjaga dengan baik.

Sebagai bentuk implementasi dari materi yang telah diberikan, susu murni hasil pasteurisasi kemudian dibagikan kepada ibu-ibu PKK beserta anak-anak yang hadir untuk dapat dikonsumsi secara langsung.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai proses pasteurisasi, tetapi juga dapat merasakan hasil pengolahan susu yang telah diproses secara aman dan higienis.

Proses pasteurisasi yang telah dipraktikkan selanjutnya menjadi tahapan awal dalam pengolahan berbagai produk berbahan dasar susu.

Abigail Putri Mulyadiana melanjutkan kegiatan dengan memberikan materi sekaligus demonstrasi pembuatan yogurt menggunakan susu hasil pasteurisasi yang telah dibuat pada sesi sebelumnya.

Peserta dikenalkan pada proses fermentasi susu menggunakan kultur bakteri, tahapan pembuatan yogurt, serta manfaat yogurt bagi kesehatan, khususnya dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Untuk memberikan gambaran mengenai hasil akhir produk, Abigail juga membagikan sampel yogurt yang telah dibuat sehingga peserta dapat mencicipinya secara langsung.

Selanjutnya, Kevin Andytha Syahputri memberikan demonstrasi pembuatan susu jagung dengan memanfaatkan susu hasil pasteurisasi sebagai bahan utama.

Pemilihan produk ini didasarkan pada potensi Desa Blimbing yang memiliki hasil panen jagung cukup melimpah. Melalui pelatihan ini, masyarakat diperkenalkan cara mengolah jagung menjadi minuman bergizi yang dipadukan dengan susu pasteurisasi sehingga menghasilkan produk yang memiliki cita rasa menarik, nilai gizi yang baik, serta peluang untuk dikembangkan sebagai produk usaha rumahan berbasis komoditas lokal.

Diharapkan inovasi ini dapat menjadi salah satu alternatif pemanfaatan hasil panen jagung masyarakat agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat respons yang sangat positif dari peserta. Ibu-Ibu PKK RW 3 Dusun Citran menunjukkan antusiasme yang tinggi selama sesi penyampaian materi, demonstrasi, hingga diskusi.

Berbagai pertanyaan diajukan mengenai teknik pasteurisasi, penggunaan termometer makanan, proses fermentasi yogurt, maupun pengolahan susu jagung.

Antusiasme tersebut menunjukkan adanya ketertarikan masyarakat untuk memanfaatkan susu segar dan komoditas lokal menjadi produk olahan yang lebih bernilai.

Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berharap masyarakat Desa Blimbing dapat menerapkan teknik pasteurisasi sebagai langkah awal dalam menghasilkan produk susu yang aman dikonsumsi, sekaligus mampu mengembangkan berbagai produk olahan seperti yogurt dan susu jagung sebagai bentuk diversifikasi pangan berbasis potensi lokal.

Dengan demikian, pemanfaatan susu segar dan hasil pertanian desa diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga dan masyarakat Desa Blimbing. (*)

Editor: Suryono

Komentar