Portalika.com [GUWAHATI, INDIA] – Tim bulutangkis junior Indonesia keluar sebagai runner up Piala Suhandinata 2024 setelah harus mengakui keunggulan tim China. Berlaga di National Centre of Excellence, Guwahati, Assam, India, Sabtu, 11 Oktober 2025, Garuda Muda kalah 0-2.
Tiongkok langsung menekan sejak awal, di set pertama mereka memegang kendali penuh dengan mengambil lima kemenangan dari lima game yang dimainkan.
Moh Zaki Ubaidillah dan kawan-kawan mencoba bangkit di set kedua. Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine yang mengisi pos ganda putri membuka keunggulan 9-5 di game pertama, tapi Tiongkok di laman pbsi.id disampaikan melawan dengan sangat kuat, ganda campuran dan sektor tunggal menjadi andalan sang Negeri Tirai Bambu. Garuda Muda pun terdesak hingga partai keempat, 32-36.
Laga penentuan di ganda putra berjalan sengit. Muhammad Rizki Mubarrok yang dipercaya menggantikan Alexius Ongkytama Subagio untuk mendampingi Raihan Daffa Edsel Pramono di set kedua terbukti ampuh untuk memangkas jarak. Berhadapan dengan Chen Jun Ting/Liu Jun Rong yang dominan di set pertama, Barrok/Edsel memaksa angka sama hingga 44-44.
Namun sayang, dewi fortuna tidak berpihak saat pengembalian Edsel tidak mampu menyebrang ketika adu rally. China pun memastikan gelar ke-15 sepanjang perhelatan Piala Suhandinata yang digelar sejak tahun 2000.
“Saat masuk lapangan di set kedua itu, kami berpikir optimis. Tidak memikirkan poin berapa yang terpenting terus berjuang dan tidak menyerah,” ucap Barrok, panggilan Muhammad Rizki Mubarrok.
“Kami berhasil menyamakan skor 44-44 tapi memang di poin terakhir kami kehilangan fokus, sangat disayangkan,” timpal Edsel.
Kapten tim Moh Zaki Ubaidillah atau Ubed menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia seraya meminta maaf karena belum bisa mendapatkan hasil yang terbaik.
“Saya atas nama tim Indonesia meminta maaf karena belum mendapatkan hasil yang terbaik. Terima kasih atas doa dan dukungan sehingga kami bisa berjuang sampai ke final. Masih ada nomor perorangan, kami akan kembali berjuang,” sahut Ubed.
Sementara Kabid Pembinaan dan Prestasi Pelatnas Eng Hian mengatakan hasil ini menjadi catatan penting bagaimana pemerataan semua sektor.
“Hasil runner up tidaklah buruk tapi bukan hasil yang terbaik. Pastinya sebagai juara bertahan, kami ingin mempertahankan gelar tapi ini menjadi pelajaran untuk ke depan. Pekerjaan rumahnya adalah bagaimana kami harus bisa membuat pemerataan di semua sektor. Bisa dilihat dari Kejuaraan Asia Junior dan Kejuaraan Dunia Junior ini. Dengan sistem relay point yang pendek, tertinggal 5-6 poin akan sangat sulit mengejar bila hanya punya andalan di satu atau dua sektor saja,” ujar Eng Hian.
“Di luar itu, saya berterima kasih kepada anak-anak yang sudah berjuang. Jangan larut dalam kesedihan karena masih ada nomor perorangan. Mari kembali fokus dan bersiap untuk kembali menunjukkan yang terbaik,” pesan Eng Hian.
Kejuaraan Dunia Junior 2025 berlanjut ke nomor perorangan pada 13-19 Oktober mendatang. (*)
Editor: Triantotus












Komentar