Gerakan Melestarikan Lingkungan Demi Masa Depan pada Momentum Tahun Baru 1 Muharam 1448 Hijriah

banner 468x60

Portalika.com [SUKOHARJO] – Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) PDA Aisyiyah Sukoharjo menggelar Gerakan Melestarikan Lingkungan Demi Masa Depan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam dan tanggung jawab bersama menjaga bumi dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.

Kegiatan ini berlangsung di Homstead PDA Sukoharjo diikuti oleh LLHPB Cabang dan guru BA serta anggota Aisyiyah se-Sukoharjo.

banner 300x250

Aksi nyata dilakukan, seperti penanaman pohon, kerja bakti membersihkan lingkungan, pengelolaan sampah, serta edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian alam.

Melalui momentum Tahun Baru Hijriah 1448 ini LLHPB Aisyiyah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan semangat hijrah sebagai perubahan menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Kepedulian terhadap alam merupakan bagian dari akhlak mulia yang perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ismokoweni, SE, MM, Ketua LLHPB PDA Sukoharjo menyampaikan betapa pentingnya menjaga bumi sebagai khalifah yang dititipi Allah berdasarkan Alquran Surat Ar Rum 41.

Dia katakan lomba melukis galon sebagai media tanam unik menjadi salah satu ajang peduli dan dukungan pada Homestead dari para peserta PCA se-Sukoharjo karena nanti bisa bersama-sama berbagi dan tempat edukasi utamanya tentang Lingkuhan Hidup untuk ketahanan pangan.

Selain menjadi salah satu agenda memperingati hari Lingkungan Hidup pada 5 Juni. Diharapkan setelah Launching Homstead PDA ini dari PCA bisa ikut mempublikasikan pengembangan Homestead kedepan sebagsi tempat edukasi dari PAUD sampai lansia dan masyarakat umum.

Ketua PDA, Dr Indiah Dewi Murni, MPd menyampaikan kegiatan LLHPB ini semua programnya harus berkarakter TITIS (Tidak Instan, Tidak Insidental, Sustainable). Instan berarti serba cepat, langsung jadi, tidak melalui proses panjang sehingga tidak tahan lama.

Insidental artinya dilakukan sewaktu-waktu, tidak direncanakan rutin, tidak terencana dan sustainable yakni berkelanjutan, terencana, sistematis.

“Program kebencanaan sama harus titis. Maka harus ada pelatihan mitigasi bencana yang terprogram, terukur, berkelanjutan juga,” katanya. (Naharudin)

Komentar