Gubernur Ahmad Luthfi Izinkan Aset Pemprov Jateng Untuk Outlet dan Pembinaan Pelaku UMKM

banner 468x60

Portalika.com [TEGAL] — Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Tegal mendapatkan angin segar dalam menjalankan usahanya.

Pernyataan itu setelah Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengizinkan aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk dimanfaatkan sebagai outlet dan tempat pembinaan.

banner 300x250

Saat itu Ahmad Luthfi memberikan motivasi dan berdialog dengan ratusan pelaku IKM dan UMKM di GOR Badminton Aries Ekoproyo, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Sabtu, 1 November 2025.

Dialog bertema “Ekspansi Pasar dan Strategi Bersama IKM, UMKM, dan Pengusaha Pemula untuk Bersaing di Pasar Global” tersebut diinisiasi oleh Yayasan Berkah Rosi Peduli.

“Jadi gini, UMKM kita butuh pemasaran. Kalau di masing-masing kabupaten punya outlet untuk memasarkan maka akan berkembang. Kalau perlu asetnya Pemprov kita gunakan untuk UMKM di kabupaten. Nanti Bank Jateng akan membina mereka di suatu tempat, kalau perlu asetnya Pemprov digunakan untuk UMKM di kabupaten,” kata Ahmad Luthfi.

BACA JUGA  Muzammil: PKS Miliki 3 Kekuatan Utama dan Bangun K2P2

Orang nomor satu di Jawa Tengah itu menjelaskan, bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah termasuk industri kecil menengah merupakan tulang punggung perekonomian di Jawa Tengah. UMKM telah membuktikan mampu bertahan di tengah pandemi dan gejolak ekonomi dunia.

Namun, masih banyak permasalahan UMKM yang perlu segera dicarikan penyelesaian. Dialog tersebut sangat membantu Ahmad Luthfi untuk mengetahui kondisi riil di lapangan terkait masalah yang dihadapi pelaku UMKM dan IKM.

BACA JUGA  Bertanam, Upaya Menanamkan Semangat Kemandirian Pada Anak Naungan Yayasan Hati Tulus Indonesia
Portalika.com/Aisya

“Saya bersama dengan dinas harus sering turun untuk menyerap aspirasi, karena UMKM kita itu permasalahannya banyak, terutama usaha mikro. Masalahnya mulai akses permodalan hingga pemasaran,” kata dia.

Oleh karenanya, para pelaku UMKM perlu secara intens dilakukan pembinaan, agar mereka bisa tumbuh dan berkembang.

Luthfi mengatakan, Pemprov Jateng terus memberikan perhatian kepada pelaku UMKM dan IKM agar dapat berkembang, naik kelas, mandiri, serta dapat menembus pasar global.

Di antaranya dengan membuka akses pasar dan jaringan rantau pasok UMKM; menghubungkan ratusan UMKM dengan perusahaan besar; serta memberikan akses pembiayaan, sertifikasi, dan peningkatan kompetensi.

BACA JUGA  PJW Buat Sejarah, Kali Pertama Beri Surprise di HUT TNI, Perkuat Sinergi dan Kolaborasi dengan Kodim Wonogiri

“Untuk permodalan, Bank Jateng punya KUR dengan suku bunga yang rendah. Dinas-dinas terkait juga sudah saya instruksikan untuk meningkatkan pembinaan. Kami ingin UMKM dan IKM ini dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dalam dialog itu, Ahmad Luthfi juga menampung keluhan dari pelaku industri kecil menengah, mulai dari persoalan usaha sarang burung walet hingga pembuatan shuttlecock.

Terkait dua hal itu, Ahmad Luthfi akan berkoordinasi dengan kementerian perindustrian dan perdagangan. Pasalnya, sektor tersebut kewenangannya ada ekspor sarang burung walet hasil industri kecil menengah maupun bahan baku untuk shuttlecock. (*)
Editor: Suryono

Komentar