Ingat Para Takmir, Jadikan Masjid Ruang Kemanusiaan dan Kepedulian

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] — Pengurus atau takmir diingatkan untuk memiliki program pengembangan masjid sehingga warga sekitar mendapat manfaat.

Bendahara Baitulmal di Masjid Nurul Ashri Deresan, Sleman, Rozy Ahimsyah, menjelaskan pengembangan program di masjid tersebut bertumpu pada beberapa program inti. Di antaranya syiar dakwah, social enterprise, pemberdayaan, kebencanaan, serta kemanusiaan.

banner 300x250

Program-program tersebut menunjukkan bahwa fungsi masjid tidak hanya terbatas pada aktivitas ibadah, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk membangun kepedulian sosial, mengembangkan kemandirian ekonomi, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta merespons berbagai persoalan kemanusiaan.

BACA JUGA  Mahasiswa Unimus: Banyak Pemimpin Korup dan Salahgunakan Wewenang, Pemuda Kehilangan Kepercayaan

“Kami pernah membeli langsung sayuran petani di Magelang saat harga panen mereka jatuh. Sampai saat ini pun kami masih membeli sayuran dari petani di Magelang,” imbuh Rozy.

Pernyataan Rozy disampaikan pada mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Prodi Hukum Tata Negara (HTN) Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (Staimas) Wonogiri berkunjung ke Masjid Nurul Ashri Jl Deresan III No 21, Manggung, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu, 16 September 2026.

BACA JUGA  Tim Mahasiswa DKV FSRD ISI Surakarta Raih Juara III Poster Infografis 4C National Competition 2024

Kaprodi KPI Staimas Wonogiri, H Achmad Zaky Faiz, MSos, berharap kunjungan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa.

“Pengetahuan dan pengalaman yang didapat dari Masjid Nurul Ashri harapannya bisa dipraktikkan di masjid masing-masing mahasiswa,” imbuh Zaky.

Menurutnya, pengalaman lapangan seperti ini penting bagi mahasiswa KPI karena memberikan pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memperkenalkan praktik pengelolaan dakwah dan komunikasi keagamaan di tengah masyarakat.

Melalui kunjungan ini, mahasiswa KPI Staimas Wonogiri diharapkan mampu mengambil inspirasi dari praktik pengelolaan Masjid Nurul Ashri dan mengadaptasinya sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing.

BACA JUGA  APBN Tak Mau Beayai Kereta Cepat, Komisi VI Dorong BP BUMN-Kemenkeu Cari Solusi Pembeayaan

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat pembelajaran mahasiswa KPI dalam memahami komunikasi dalam lingkup dakwah secara kontekstual, kreatif, dan berorientasi pada kemanfaatan bagi masyarakat.

Salah satu mahasiswa Prodi KPI, Herdika Ramdhan, menuturkan ingin mengikuti salah satu kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Nurul Ashri, yaitu mengumpulkan barang bekas dan kemudian mengelolanya agar lebih bermanfaat bagi umat. (Nadhiroh/*)

Komentar