Portalika.com [KARANGANYAR] – Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jefrey Hendrik mengatakan BEI terus mencatatkan pertumbuhan signifikan. Bahkan aktivitas perdagangan harian tercatat sangat tinggi.
Berdasar catatannya hingga awal Agustus 2025, kapitalisasi pasar BEI telah mencapai Rp13,400 triliun. Dia mengklaim kondisi ini menempatkan Indonesia dalam jajaran 20 bursa saham terbesar di dunia.
Sedangkan nilai transaksi harian di BEI saat ini mencapai Rp13,4 triliun. “Ini menjadikan Indonesia sebagai bursa ke-11 terbesar secara global dari sisi aktivitas perdagangan,” ungkap dia saat memberi sambutan pada Workshop Wartawan Daerah 2025 yang digelar BEI Perwakilan Jawa Tengah II di Rumah Atsiri, Tawangmangu, Karanganyar, Jateng, Kamis, 2 September 2025.
Selain Jeffry hadir sebagai narasumber pada acara itu antara lain, Kepala Divisi Pengembangan Bisnis 2 BEI, Ignatius Denny Wicaksono, dan Kepala BEI Jateng II, M Wira Adibrata.
Kemudian untuk jumlah investor pasar modal juga dinilai mampu mencatatkan kenaikan signifikan. Dia mengungkapkan hingga akhir September 2025 ada 3,7 juta investor baru, dan angka ini dinilai lebih tinggi dari tahun lalu 2,7 juta investor.
Menurut dia dengan penambahan tersebut total investor pasar modal Indonesia kini mencapai 18,6 juta orang. Ini juga menjadikan profil investor di Indonesia kian beragam. Mulai dari investor berpengalaman dengan modal besar hingga investor pemula yang berinvestasi dengan nominal terbatas, antara Rp100.000-Rp200.000.
Dia menjelaskan BEI bekerja sama dengan mitra terus berupaya memperluas jenis produk investasi, tidak hanya terbatas pada saham. Beberapa instrumen baru yang telah atau akan dikembangkan antara lain Bursa Karbon, Waran Terstruktur, Short Selling, dan akan segera meluncurkan Liquidity Provider dan sebagainya.
“Produk-produk ini kami kembangkan agar semua segmen investor, baik besar maupun kecil, memiliki akses dan exposure yang sama terhadap instrumen pasar modal,” papar dia sambil menambahkan upaya ini tak lepas dari visi BEI yang ingin menjadi salah satu bursa terkemuka dengan kredibilitas tinggi di dunia.
Sementara itu Kepala BEI Jateng II, Wira Adibrata menyatakan transaksi di BEI Wilayah Jateng II dan Madiun Raya belum lama ini rata-rata Rp3 triliun per bulan mengalami peningkatan. Dia menjelaskan peningkatan transaksi tersebut tidak lepas dari meningkatnya literasi pasar keuangan oleh masyarakat.
Jika sebelumnya transaksi senilai Rp3 triliun perbulan, selanjutnya menjadi Rp5 triliun per bulan. Peningkatan ini juga terjadi pada jumlah investor, yang biasanya mengalami kenaikan sekitar 2.500 investor baru dalam satu bulan, beberapa waktu terakhir meningkat menjadi 5.000 investor baru dalam kurun waktu satu bulan.
Waran Terstruktur
Pada bagian lain Jeffrey mengutarakan pihaknya kini mempunyai produk derivative atau turunan saham yaitu Waran Terstruktur (WT) yang unik. Keunikannya meliputi potensi leverage tinggi, biaya premi yang relatif lebih murah dibandingkan saham, serta fleksibilitas dalam strategi investasi baik untuk prospek naik (call) maupun turun (put) dari harga saham underlying.
WT juga dinilai memiliki kode produk yang unik dan panjang mencakup informasi saham dasar, penerbit, tipe, dan tanggal jatuh tempo. Hal ini didukung oleh likuiditas yang terjamin dan penyelesaian otomatis di pasar modal Indonesia.
Jeffrey mengatakan instrumen WT ini menawarkan cara yang lebih terjangkau bagi investor untuk mengambil untung dari pergerakan harga saham-saham besar.
“Keunikan waran terstruktur, biayanya lebih murah, premi Waran Terstruktur biasanya jauh lebih rendah dibandingkan harga saham underlying, memungkinkan investor dengan modal terbatas untuk mendapatkan eksposur terhadap saham-saham unggulan tanpa membeli saham fisiknya,” ujar dia.
Menyingung fleksibilitas strategi investasi dia menegaskan WT tersedia dalam dua tipe yaitu Waran Call dan Waran Put.
Waran Call: Memberikan hak untuk membeli underlying saham, cocok untuk investor dengan pandangan bullish atau naik.
Waran Put: Memberikan hak untuk menjual underlying saham, ideal untuk investor dengan pandangan bearish atau turun terhadap harga saham. (Iskandar)












Komentar