Target Cetak 10 Gubes Tercapai, Visi Unisri Jadi PT Berkualitas di Asia Tenggara Bisa Terwujud

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Profesor Dr Nanik Suhartatik STP, MP dikukuhkan menjadi guru besar (Gubes) ke-10 Universitas Slamet Riyadi (Unisri), Solo, Jateng di Auditorium Unisri, Rabu, 15 April 2026. Dengan bertambahnya satu Gubes di Unisri ini maka target tahun 2027 Unisri mempunyai 10 Gubes telah tercapai.

“Dengan pencapaian target Gubes diharapkan secara SDM Unisri semakin kuat, proses pembelajaran semakin bagus, hasil-hasil riset juga bertambah, jurnal ilmiahnya juga bertambah. Dengan demikian visi Unisri menjadi perguruan tinggi [PT] berkualitas di Asia Tenggara berbasis nilai Pancasila dan Slamet Riyadi tahun 2026 bisa terwujud,” ujar Rektor Unisri, Prof Dr Sutoyo MPd menjawab pertanyaan awak media seusai upacara pengukuhan.

banner 300x250

Menurut dia Prof Dr Nanik merupakan Gubes pertama di Fakultas Teknologi dan Industri Pangan Unisri. Pengukuhan ini dinilai akan memperkuat Unisri secara akademik maupun non-akademik.

Selanjutnya, Sutoyo berharap di masa mendatang setiap program studi mempunyai Gubes minimal satu. Karena itu pihaknya baru mengupayakan agar selanjutnya pencetakan Gubes di lingkungan Unisri diberi kemudahan Tuhan.

Sutoyo berharap kepada Prof Nanik yang baru saja dikukuhkan sebagai Gubes bisa berkiprah lebih luas, baik di dalam maupun keluar. “Di dalam artinya di internal Unisri, keluar artinya bisa memberi kontribusi positif terhadap pembangunan Kota Solo dan bangsa Indonesia,” tegas dia.

Seperti diwartakan sebelumnya, Dekan Fakultas Teknologi dan Industri Pangan (Fatipa) Unisri Solo, Nanik Suhartatik meraih gelar profesor bidang mikrobiologi pangan. Gelar ini diraih setelah dia menyoroti berbagai kelemahan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Sugianto.

Menurut Sutoyo dengan predikat yang disandangnya itu, Prof Dr Nanik Suhartatik menjadi guru besar ke-10 di Unisri, bukan ke-8 seperti disebutkan sebelumnya. Perempuan kelahiran 1 Januari 1978 itu menyelesaikan studi program sarjana strata(S) 1 di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yagyakarta jurusan/Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) di Fakultas Teknologi Pertanian.

Demikian juga dengan program S2 (master) dan S3 (doktor) juga diselesaikan di UGM, dengan konsentrasi mikrobiologi pangan. Saat ini Prof Dr Nanik Suhartatik yang menjabat Dekan Fakultas Teknologi dan Industri Pangan (Fatipa), sekaligus anggota senat Unisri Solo.

Dalam pengukuhannya di Kampus Unisri Solo, orasi ilmiahnya menyoroti program MBG yang sampai saat ini masih terus menjadi perhatian publik.

Menurut Nanik kasus-kasus keracunan pangan yang terjadi dalam pelaksanaan program MBG di berbagai daerah menunjukkan adanya kelemahan dalam pengendalian mutu dan keamanan pangan. Secara umum, terdapat beberapa faktor utama yang menjadi penyebab. (Iskandar)

Komentar