Kecamatan Jebres, Surakarta, Jadi Percontohan Kecamatan Berdaya di Jawa Tengah

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Kecamatan Berdaya Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Gedung Gradika, Semarang, Kamis, 16 April 2026.

Rakor ini menjadi forum strategis untuk memperkuat implementasi program Kecamatan Berdaya sebagai upaya mendorong pembangunan berbasis wilayah yang inklusif, dengan kecamatan sebagai simpul utama pemberdayaan masyarakat.

banner 300x250

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Walikota menyimak arahan Gubernur Jawa Tengah terkait penguatan kapasitas wilayah serta pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan program pemberdayaan secara terintegrasi.

“Program Kecamatan Berdaya harus benar-benar dirasakan masyarakat. Kuncinya ada pada kolaborasi dan inovasi di tingkat wilayah,” ujar Gubernur Jawa Tengah.

Rakor ini juga diikuti 576 peserta yang terdiri dari camat, Bupati, dan Walikota se-Jawa Tengah, sebagai bagian dari upaya percepatan implementasi program secara menyeluruh.

Dalam kesempatan tersebut, seluruh kepala daerah dan camat juga melakukan penandatanganan pakta integritas sebagai bentuk komitmen bersama untuk mempercepat pelaksanaan program Kecamatan Berdaya di seluruh wilayah Jawa Tengah.

“Hari ini kita kumpulkan untuk melakukan pakta integritas terkait pembentukan Kecamatan Berdaya,” ujar Gubernur.

Secara khusus, Gubernur mendorong Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, menjadi percontohan Kecamatan Berdaya di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Hal ini didasarkan pada kesiapan program serta berbagai praktik pemberdayaan yang telah berjalan di wilayah tersebut.

Diketahui, Kecamatan Jebres menjadi lokasi peluncuran program Kecamatan Berdaya di Jawa Tengah pada April 2025. Program ini mengintegrasikan berbagai intervensi, mulai dari perlindungan perempuan dan anak, pemberdayaan penyandang disabilitas, hingga penguatan ekonomi kreatif generasi muda.

Di Kota Surakarta, implementasi Kecamatan Berdaya juga didukung melalui program Kartu Zilenial yang menyasar pemuda usia 16–30 tahun, dengan fokus pada pengembangan keterampilan, kewirausahaan, dan ekonomi kreatif berbasis digital.

Selain itu, pendekatan kolaboratif turut diperkuat melalui keterlibatan perguruan tinggi, komunitas, dan dunia usaha dalam mendukung program seperti pelatihan digital marketing, pengembangan santripreneur, hingga pemberdayaan tani milenial.

Program Kecamatan Berdaya sendiri merupakan bagian dari 22 program intervensi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menyasar kelompok rentan seperti pemuda, perempuan, dan penyandang disabilitas, dengan tujuan menekan pengangguran dan meningkatkan kemandirian masyarakat.

Wakil Walikota Surakarta menyatakan kesiapan untuk memperkuat Kecamatan Jebres sebagai model implementasi. “Kami siap menindaklanjuti arahan ini. Kecamatan Jebres akan terus kami dorong menjadi percontohan, baik dalam pelayanan publik maupun pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, capaian di Jebres diharapkan dapat direplikasi di kecamatan lain, tidak hanya di Kota Surakarta tetapi juga di tingkat provinsi. Rakor ini juga menjadi momentum berbagi praktik baik antar daerah guna memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis wilayah. (Ariyanto)

Komentar