Jaga Kyai Jaga Pesantren Adalah Menjaga Sumber Nilai, Menjaga Moral Bangsa dan Keutuhan NKRI

banner 468x60

Portalika.com [SUKOHARJO] – Lembaga dan Banom Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sukoharjo bersatu dalam semangat kebangsaan pada gelaran Apel Akbar Hari Santri 2025, yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukoharjo, Rabu, 22 Oktober 2025 di GOR Bung Karno Sukoharjo.

Apel dihadiri lebih dari 8.000 jamaah dan kader NU, mulai dari santri, pengurus pesantren, badan otonom, hingga masyarakat umum. Tema besar Hari Santri yakni “Jaga Kyai! Jaga Pesantren!”.

banner 300x250

Ketua PCNU Sukoharjo, H Khomsun Nur Arif, menyampaikan maklumat yang menggugah semangat seluruh jamaah. Ia menegaskan bahwa menjaga kyai dan pesantren bukan hanya bentuk penghormatan kepada guru dan lembaga pendidikan Islam, tetapi juga bagian dari menjaga keutuhan bangsa.

“Santri tidak lahir dari ruang kosong. Ia tumbuh dari rahim pesantren, dibimbing oleh para kyai yang tulus berjuang tanpa pamrih. Maka menjaga kyai dan pesantren adalah menjaga sumber nilai, menjaga moral bangsa, dan menjaga keutuhan NKRI,” tegas H Khomsun Nur Arif disambut pekik takbir dan yel-yel semangat para peserta apel.

Dia juga mengingatkan para kader muda NU agar tidak lengah dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. “Kita hidup di era digital dan penuh distraksi. Santri hari ini harus tangguh, melek teknologi, namun tetap berpegang pada adab dan nilai-nilai pesantren. Karena dari pesantrenlah lahir manusia berilmu, berakhlak, dan berjiwa cinta tanah air,” lanjutnya.

Sementara itu, Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani menyampaikan apresiasi atas kontribusi besar Nahdlatul Ulama dan kalangan pesantren dalam menjaga keharmonisan dan ketenteraman masyarakat Sukoharjo.

“Saya sangat bangga melihat semangat para santri dan warga NU. Sukoharjo adalah rumah bagi semua, dan NU telah menjadi pilar penting dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan keagamaan yang moderat. Pemerintah daerah akan terus mendukung kiprah pesantren dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter,” ujar Bupati Etik Suryani.

Apel akbar tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan pasukan barisan Banser, Fatayat, Muslimat, Ansor, IPNU-IPPNU, serta barisan santri dari berbagai pondok pesantren di seluruh Sukoharjo. Nuansa hijau dan putih membentang di GOR Bung Karno, simbol kesatuan dan kesetiaan warga Nahdliyyin terhadap ajaran Ahlussunnah wal Jamaah dan cinta tanah air. (Arinto DS/*)

Editor: Triantotus

Komentar