Unisri Dorong Pengrajin Lurik Desa Mlese, Klaten Jadi Desa Digital Berbasis Bela Negara Melalui “Mlese Smart Gateway”

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta/Solo, Jateng kembali menunjukkan kontribusi nyatanya dalam pemberdayaan masyarakat.

Melalui program Pengabdian kepada masyarakat, tim dosen Unisri resmi meluncurkan program inovatif bertajuk “Mlese Smart Gateway” untuk mendongkrak potensi digital para pengrajin lurik di Kabupaten Klaten.

banner 300x250

Siaran pers dari Unisri belum lama ini menyebutkan, program yang dilaksanakan pada 15 Juli 2026 di Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten ini mengusung tema besar “Integrasi Potensi Desa Digital Berwawasan Bela Negara melalui Penguatan Kelembagaan pada Komunitas Informasi Masyarakat Pengrajin Lurik.”

Ketua Tim, Prof Anita Trisiana didampingi anggota tim Linda Oktaviani dan Nabila P, mengatakan kegiatan ini dihadiri Kepala Desa Mlese, jajaran perangkat desa, serta Mitra Komunitas Informasi Masyarakat Pengrajin Lurik Desa Mlese sebagai peserta utama.

Menurutnya, program “Mlese Smart Gateway” ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi Unisri dalam menjembatani gagasan akademik dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Menurut Anita program ini dirancang khusus untuk mengintegrasikan potensi lokal terkuat di Desa Mlese, yaitu kerajinan kain lurik, dengan ekosistem digital modern.

“Mlese Smart Gateway adalah ikhtiar kami mengintegrasikan potensi lokal Desa Mlese, khususnya para pengrajin lurik, dengan pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana promosi, informasi, dan pemberdayaan masyarakat,” papar dia.

Dia mengutarakan penguatan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) ini diharapkan menjadi pintu masuk strategis untuk meningkatkan literasi digital, memperluas jejaring pemasaran, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal agar mampu bersaing di era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa.

Transformasi Digital Berwawasan Bela Negara

Ada hal unik yang membedakan program digitalisasi dari Unisri ini. Lebih dari sekadar pelatihan pemasaran digital biasa, program “Mlese Smart Gateway” menyuntikkan semangat Bela Negara sebagai fondasi utamanya.

Unisri mendorong agar transformasi digital di tingkat pedesaan tidak sampai melepaskan jati diri dan kearifan lokal. Melalui pendekatan ini, para pengrajin lurik di Klaten diharapkan tidak hanya naik kelas secara ekonomi, melainkan juga mampu menjadi duta budaya yang bangga terhadap produk buatan dalam negeri.

Rangkaian kegiatan pemberdayaan ini dikemas secara intensif, meliputi:

  • Penyampaian materi literasi digital dan kelembagaan.
  • Diskusi interaktif dua arah.
  • Pendampingan langsung (coaching) bagi pengrajin lurik.
  • Penyusunan langkah tindak lanjut (action plan) demi keberlanjutan program.

Apresiasi tinggi disampaikan Tim Unisri kepada Pemerintah Desa Mlese yang telah memfasilitasi jalannya acara, serta seluruh mitra pengrajin lurik yang terlibat aktif selama kegiatan berlangsung.

Anita menegaskan sinergi ini diproyeksikan untuk jangka panjang dan bukan sekadar agenda musiman. “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ini adalah awal dari kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun desa yang inovatif, mandiri, berdaya saing, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan,” kata dia.

Melalui peluncuran “Mlese Smart Gateway” ini, Unisri kembali menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan mencetak desa-desa binaan digital yang berkarakter, produktif, serta berwawasan kebangsaan yang kuat di wilayah Jawa Tengah. (Iskandar)

Komentar