Portalika.com [PEMALANG] – Mahasiswa Teknologi Rekayasa Otomasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 160, Sayyid Ali Murthada mengadakan kegiatan pengenalan inovasi teknologi tempat sampah otomatis sekaligus edukasi tentang pemilahan sampah organik dan non organik kepada siswa SDN 01 Kaliprau, Sabtu, 9 Agustus 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran sejak dini akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta memanfaatkan teknologi sebagai solusi masalah pengelolaan sampah. Dalam sesi pertama, para mahasiswa menjelaskan jenis-jenis sampah yang sering ditemui di lingkungan sekolah.
Yakni sampah organik adalah sampah yang berasal dari bahan alami dan mudah terurai, seperti sisa makanan, daun kering, atau kulit buah. Sampah ini dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat untuk tanaman.
Dan sampah non organik adalah sampah yang sulit terurai secara alami, seperti plastik, kaleng, atau kaca. Sampah ini memerlukan pengelolaan khusus agar tidak mencemari lingkungan.
Setelah sesi teori, siswa diajak melihat langsung inovasi tempat sampah otomatis yang dirancang oleh mahasiswa. Tempat sampah ini dapat membuka tutup secara otomatis ketika mendeteksi keberadaan tangan atau objek di dekatnya.
Teknologi ini memanfaatkan sensor ultrasonik dan motor penggerak yang diatur oleh mikrokontroler, sehingga pengguna tidak perlu menyentuh tutup tempat sampah secara langsung.
Menurut tim mahasiswa, teknologi ini dirancang untuk meminimalisir kontak langsung dengan sampah, mengurangi penyebaran kuman, serta membuat kegiatan membuang sampah menjadi lebih menarik dan praktis, terutama bagi anak-anak.
Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan serta keinginan mereka untuk mencoba membuang sampah menggunakan alat tersebut. Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini dan berharap edukasi serta teknologi yang diperkenalkan dapat terus diterapkan untuk mendukung kebersihan sekolah dan lingkungan sekitar.
Dalam pembuatan tempat sampah otomatis ini, setiap anggota tim memiliki peran masing-masing. Sayyid Ali Murthada berperan sebagai mekanikal engineer yang bertanggung jawab pada perancangan dan pembuatan sistem mekanik tempat sampah. Peran ini mencakup beberapa tahapan penting, di antaranya:
- Desain Mekanik; Mahasiswa merancang bentuk dan ukuran tempat sampah yang ergonomis serta menyesuaikan ruang untuk pemasangan sensor, motor servo, dan buzzer. Desain mempertimbangkan kemudahan penggunaan, kekuatan material, dan keawetan produk.
- Pemilihan Material; Material dipilih berdasarkan daya tahan, berat, dan kemudahan perakitan. Penggunaan material seperti plastik ABS untuk bodi dan rangka ringan untuk penopang mekanisme membuka-tutup menjadi pilihan utama.
- Perakitan Sistem Mekanis; Mahasiswa merakit mekanisme engsel dan tuas yang terhubung ke motor servo, sehingga penutup tempat sampah dapat terbuka secara otomatis ketika sensor mendeteksi keberadaan tangan atau objek.
- Pengujian dan Penyesuaian; Setelah perakitan, dilakukan uji coba untuk memastikan tutup tempat sampah dapat bergerak dengan lancar dan responsif. Jika ditemukan hambatan atau ketidakseimbangan, mekanisme diperbaiki dan disesuaikan.
Inovasi ini menggunakan sensor ultrasonik untuk mendeteksi jarak objek, motor servo untuk menggerakkan tutup, serta mikrokontroler ESP32 sebagai otak sistem,dan buzzer sebagai indikator bunyi apabila tempat sampah terisi penuh. Perpaduan antara rancangan mekanik yang tepat dan sistem elektronik yang handal menghasilkan produk yang fungsional dan ramah pengguna.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama. Harapannya, inovasi tempat sampah otomatis ini dapat menjadi langkah kecil namun berarti dalam membentuk kebiasaan hidup bersih dan peduli lingkungan sejak usia dini. (*)
Penulis: Sayyid Ali Murthada, mahasiswa Teknologi Rekayasa Otomasi Undip Semarang
Editor: Triantotus












Komentar