Portalika.com [BOYOLALI] – Keberadaan Jalan Tol Solo – Ngawi tidak hanya berperan sebagai infrastruktur transportasi strategis, tetapi juga menjadi penggerak penting dalam pengembangan kawasan pariwisata khususnya di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Dengan konektivitas yang semakin lancar, akses menuju berbagai destinasi wisata unggulan saat ini menjadi lebih mudah, cepat, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan baik disekitar maupun yang berada di liar wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Konektivitas yang lancar ini merupakan bagian dari komitmen PT Jasa Marga Solo Ngawi (JSN) dalam memberikan layanan terbaik agar setiap perjalanan wisata dapat berlangsung aman, nyaman, dan berkesan.
Jalan Tol Solo – Ngawi menghubungkan sejumlah wilayah yang memiliki potensi wisata beragam, mulai dari wisata budaya di Solo Raya, wisata alam di Karanganyar dan Sragen, hingga destinasi wisata sejarah dan alam di Kabupaten Ngawi dan sekitarnya.
Dukungan aksesibilitas ini mendorong peningkatan mobilitas wisatawan serta membuka peluang pengembangan destinasi dan ekonomi kreatif di daerah sekitar.
Hali ini terbukti dari jumlah volume lalu lintas di Gerbang Tol (GT) Ngemplak dan GT Karanganyar sepanjang tahun 2025 ini. Berdasarkan data perusahaan, tercatat sepanjang tahun ini jumlah volume lalu lintas yang melewati GT Ngemplak baik yang masuk maupun keluar pada bulan Januari sampai dengan bulan November tercatat sejumlah 3.916.713 kendaraan.
Sementara itu untuk jumlah volume lalu lintas di GT Karanganyar tercatat 3.335.953 kendaraan melintas melalui GT ini baik yang masuk maupun keluar pada periode Januari sampai dengan November 2025.
Kemudahan perjalanan melalui jalan tol juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan sektor pariwisata daerah. Waktu tempuh yang lebih efisien memungkinkan wisatawan untuk menjangkau lebih banyak destinasi dalam satu perjalanan, sekaligus meningkatkan minat kunjungan, khususnya pada momen libur akhir pekan dan musim liburan nasional.
Direktur Utama PT JSN, Mery Natacha Panjaitan, menyampaikan bahwa Jalan Tol Solo -Ngawi hadir sebagai infrastruktur pendukung yang strategis dalam memperkuat ekosistem pariwisata regional. Ia juga menambahkan pengelolaan jalan tol dilakukan dengan mengedepankan kualitas layanan dan kepedulian terhadap pengguna jalan.
“Jalan Tol Solo–Ngawi kami rancang tidak hanya untuk mendukung kelancaran mobilitas, tetapi juga sebagai penggerak pertumbuhan wilayah, termasuk sektor pariwisata. Dengan konektivitas yang semakin baik, kami berharap potensi destinasi wisata di sepanjang koridor tol dapat berkembang dan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat sekitar,” ujar Mery.
Selain mendukung akses menuju destinasi wisata, keberadaan gerbang tol juga turut mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru seperti kawasan kuliner, sentra UMKM, dan fasilitas pendukung pariwisata lainnya. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan kawasan wisata berbasis potensi lokal.
PT JSN terus berkomitmen memberikan pelayanan jalan tol yang aman, nyaman dan berkomitmen untuk melayani dengan sepenuh hati bagi seluruh pengguna jalan. Melalui pengelolaan jalan tol yang profesional dan berkelanjutan, PT JSN berharap Jalan Tol Solo–Ngawi dapat terus memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pariwisata serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
PT JSN mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, saldo uang elektronik cukup dan mengisi bahan bakar sebelum memulai perjalanan. Jika lelah berkendara, istirahat di tempat yang telah disediakan. Tetap berhati-hati dan menaati peraturan yang berlaku di jalan tol.
Informasi lalu lintas jalan tol Jasa Marga Group dapat diakses melalui One Call Center 24 jam di nomor 14080 dan aplikasi Travoy 4.1 untuk pengguna iOS dan Android. (Ariyanto)












Komentar