KPAI Prihatin Atas Kasus Kekerasan Balita Viral Di Medsos. Inilah Permintaannya

banner 468x60

Portalika.com [JAKARTA] – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dian Sasmita, SH, MH, menyatakan KPAI sangat prihatin dengan ananda X anak balita yang mengalami kekerasan seksual dan psikis dari pengasuhnya.

Menurutnya memori buruk tersebut akan sangat melekat di otak anak dan dapat berpengaruh pada tumbuh kembangnya.

banner 300x250

Oleh karenanya, Dian meminta agar pemerintah daerah dengan dukungan tenaga profesional seperti psikolog dan juga pekerja sosial (Peksos) wajib segera menyelamatkan ananda X dan melanjutkan dengan rangkaian intervensi.

Baca juga: KPAI Mendukung Penanganan Serius Kasus Siswi SD Pariaman Meninggal Dunia

KPAI memliki salah satu institusi untuk melaporkan pelanggaran hak anak ke penegak hukum. Atas kejadian ini, KPAI berkoordinasi dengan Bareskrim Polri terkait kasus ini dengan melibatkan unit siber.

KPAI akan terus berkoordinasi dengan penegak hukum dan lembaga layanan di Tangerang Selatan untuk mengawal kasus ini.

Dalam Konvensi Hak Anak pasal 39, ujarnya, mewajibkan negara mengambil langkah-langkah rehabilitatif untuk membantu anak korban. Pelaksanaan upaya tersebut dilakukan tanpa diskriminasi dan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak serta kelangsungan hidup dan perkembangan maksimal si anak harus dijamin, dan pandangan anak harus dihormati.

“Karenanya, ananda X wajib mendapatkan pendampingan, dukungan pemulihan dan rehabilitasi yang berkelanjutan. Tidak berbasis proses hukum, namun hingga dinyatakan ananda X sudah pulih oleh psikolog terkait,” ujarnya.

Portalika.com/Ist

KPAI sekaligus mengingatkan kepada pemerintah, pemda, dan masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah untuk anak baik di dalam atau luar rumah sesuai amanah Perpres 101 Tahun 2022 tentang Strategi Nasional Penghapusan Kekerasaan terhadap Anak.

“Karena kekerasaan terhadap anak dapat terjadi dimana saja dan oleh siapa saja. Kita semua harus bekerjasama menciptakan lingkungan yang aman untuk anak-anak kita,” jelasnya.

Diberitakan di berbagai media online, Raihany, ibu muda yang viral karena video pelecehan terhadap anak baju biru, kini tengah diburu keberadaannya.

Raihany disebut kabur setelah dengan sengaja merekam aksi pelecehan terhadap anak baju biru yang diduga sebagi buah hatinya sendiri.

Mirisnya, Raihany bahkan mengunggah video pelecehan terhadap anak baju biru itu ke media sosial hingga ada indikasi diperjualbelikan.

Menurut akun Twitter @dhemit_is_back, Raihany yang merupakan warga Kecamatan Larangan, Tangerang itu kini sudah tidak ada di rumahnya.

Wanita berusia 21 tahun itu disebut kabur membawa anaknya. Berdasarkan IP Adress dari aplikasi WhatsApp miliknya, pelaku saat ini berada di luar kota.

“Dia posisi saat ini di Tasik untuk hasil Ip Wa,” tulisnya pada 1 Juni 2024.

Kasus pelecehan ini membuat publik geram karena seorang ibu tega melecehkan anaknya sendiri yang masih balita.

Bahkan dalam video aksi pelecehan oleh ibu kandung tersebut, sang anak tampak trauma hingga mengompol. (Ariyanto/*)

Komentar