Lepas Mahasiswa UGM untuk KKN di Karanganyar, Prof Suratman: Aja Mbok-mboken…

banner 468x60

Portalika.com [KARANGANYAR] – Sebanyak 57 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta diterjunkan ke Kabupaten Karanganyar, Jateng dalam program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM).

Siaran pers yang diterima menyebutkan, penyerahan mahasiswa KKN dilakukan oleh penanggung wilayah KKN di Karanganyar, Prof Dr Suratman mewakili Rektor UGM kepada Bupati Karanganyar di Ruang Anthurium Rumah Dinas Bupati.

banner 300x250

Hadir dalam kesempatan itu, para kepala dinas, camat dan pejabat terkait. Menurut Suratman selama 40 hari, yakni 20 Juni hingga 8 Agustus 2026, mahasiswa KKN yang terbagi dalam empat klaster (agronomi, sosial dan hukum, kesehatan, serta sains dan teknologi) itu akan melaksanakan pengabdian masyarakat di empat desa di dua kecamatan.

“Pesan saya, jangan rewel, aja mbok mboken, banyak hal yang bisa dilakukan di sini selama ber-KKN,” pesan dia dalam sambutannya.

“Karanganyar terkenal pariwisatanya, terutama wisata alam. Nah, adik-adik bisa membantu memajukan pariwisata dengan memberdayakan masyarakat atau pelaku wisata dan melakukan promosi, selain melakukan pengabdian di bidang sosial, hukum, kesehatan, maupun pendidikan,” kata dia.

Hal senada dikatakan Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang), Dwi Cahyono ketika menerima mahasiswa KKN dari UGM, mewakili Bupati Karanganyar, Rober Christanto.

“Jangan lupa main atau dolan, selain melaksanakan kegiatan KKN yang telah diprogramkan. Di Karanganyar ini banyak tempat wisata dan tempat kuliner yang menyenangkan, terutama di Tawangmangu dan Ngargoyoso. Tempat wisata itu pasti memberikan apabila dikunjungi,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Dwi juga berpesan pada para mahasiswa KKN agar membantu memajukan sektor wisata di Karanganyar yang peringkatnya turun drastis, menjadi nomor lima dari bawah di Jawa Tengah.

“Syukur-syukur dengan bantuan dari mahasiswa KKN dari UGM ini, peringkatnya bisa naik menjadi nomer lima dari atas. Biasanya anak muda atau Gen Z itu pinter-pinter melakukan promosi,” kata Dwi. (Iskandar)

Komentar