Mahasiswa KKN-T 114 Undip Identifikasi 40 Jenis Tanaman dan Hadirkan Papan Informasi di Kebun Desa Blimbing

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Upaya mengenalkan keberagaman tanaman di lingkungan kebun dilakukan melalui program kerja monodisiplin Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 114 Universitas Diponegoro (Undip) Semarang di Desa Blimbing, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten.

Melalui program bertajuk Optimalisasi Kebun Edukasi melalui Identifikasi Tanaman dan Penyediaan Papan Informasi Berbasis Biologi, sebanyak 40 jenis tanaman di kebun berhasil diidentifikasi dan dilengkapi dengan papan informasi pada 9 Agustus 2026.

banner 300x250

Program tersebut dilaksanakan Salsabila Nur Azizah, mahasiswa Jurusan Biologi Universitas Diponegoro. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada keberadaan tanaman di kebun, tetapi juga memberikan informasi mengenai identitas dan klasifikasi tanaman sehingga keberagaman tumbuhan yang ada dapat lebih mudah dikenali.

Proses kegiatan diawali dengan pembuatan papan informasi menggunakan bahan kayu. Setelah papan disiapkan, dilakukan identifikasi terhadap tanaman yang terdapat di kebun.

Setiap tanaman kemudian diklasifikasikan berdasarkan karakteristik dan identitas biologinya sebelum informasi tersebut dicantumkan pada masing-masing label.

Portalika.com/Ist

Sebanyak 40 jenis tanaman menjadi bagian dari kegiatan identifikasi tersebut. Tanaman yang ditemukan memiliki beragam fungsi dan pemanfaatan, mulai dari tanaman sayuran, tanaman obat hingga tanaman yang mendukung ketahanan pangan.

Beberapa tanaman yang diberi label antara lain terong, kol, seledri, daun bawang, kacang panjang, kangkung, temu kunci, lengkuas, tomat, katuk, kemangi, bayam, cabai rawit, bayam Brazil, sawi hijau, sawi sendok, selada, pare, cabai keriting, talas, singkong, suweg, garut, midro, ubi jalar, kacang tanah, jagung, kunyit, kencur, jahe, lidah buaya, serai, pandan wangi, bunga telang, binahong, wortel, kenikir, lembayung, mentimun, dan gambas.

Ke-40 tanaman tersebut kemudian dikelompokkan ke dalam beberapa kategori, yaitu sayuran atau warung hidup, apotek hidup, dan tanaman yang berkaitan dengan ketahanan pangan.

Pengelompokan ini dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai fungsi dan potensi pemanfaatan tanaman yang tumbuh di kebun.

Informasi yang dicantumkan pada papan juga disesuaikan dengan kelompok tanamannya. Pada tanaman sayuran dan tanaman yang termasuk dalam kategori ketahanan pangan, papan informasi memuat klasifikasi biologis mulai dari kingdom, divisi, kelas, ordo, famili, genus, hingga spesies.

Informasi tersebut dilengkapi dengan gambar tanaman sehingga lebih mudah dikenali. Sementara itu, pada tanaman yang termasuk dalam kategori apotek hidup, informasi klasifikasi dilengkapi dengan keterangan mengenai manfaat tanaman.

Dengan demikian, papan informasi tidak hanya berfungsi sebagai penanda nama tanaman, tetapi juga memberikan informasi mengenai identitas dan pemanfaatannya. Dari sisi ketahanan bahan, papan label dibuat menggunakan kayu dan diberi lapisan plitur agar lebih tahan lama ketika digunakan di lingkungan kebun.

Sementara itu, bagian label informasi dilaminasi untuk membantu melindunginya dari kerusakan sehingga informasi yang tercantum dapat digunakan dalam jangka waktu lebih panjang.

Program yang diselesaikan pada 9 Agustus 2026 tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu Biologi dalam kegiatan KKN. Keberadaan papan informasi diharapkan dapat membuat tanaman yang terdapat di kebun lebih mudah dikenali berdasarkan nama dan klasifikasinya, sekaligus memberikan informasi mengenai manfaat tanaman yang termasuk dalam apotek hidup.

Melalui identifikasi dan pemberian label terhadap 40 jenis tanaman tersebut, kebun di Desa Blimbing tidak hanya menjadi tempat tumbuh berbagai jenis tanaman, tetapi juga memiliki informasi yang dapat membantu mengenali keberagaman tumbuhan yang ada di dalamnya. (*)

Editor: Triantotus

Komentar