Portalika.com [KLATEN] – Pelaksanaan Posyandu di Desa Pugeran, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten berlangsung aktif dan komprehensif pada periode Januari 2026, tepatnya 6–12 Januari 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik mahasiswa yang tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan rutin, tetapi juga mengintegrasikan berbagai bentuk edukasi kesehatan bagi masyarakat.
Posyandu dilaksanakan secara bergilir di setiap perdukuhan di seluruh wilayah Desa Pugeran. Kegiatan ini melibatkan berbagai kelompok sasaran, mulai dari bayi dan balita, ibu hamil, ibu muda, pendamping bayi baik nenek maupun anggota keluarga yang berperan dalam pengasuhan hingga masyarakat lanjut usia (lansia).
Dalam pelaksanaannya, Posyandu dimanfaatkan sebagai sarana strategis untuk memperkuat literasi kesehatan masyarakat. Beragam materi edukasi disampaikan secara terpadu, meliputi edukasi kesehatan ibu hamil, pentingnya vaksin dan imunisasi balita, serta larangan dan pembatasan paparan gadget pada anak usia dini.
Selain itu, ibu pascamelahirkan juga mendapatkan edukasi terkait inisiasi menyusui dini (IMD) sebagai langkah awal mendukung tumbuh kembang optimal bayi.
Edukasi juga menyasar masyarakat dewasa dan lansia melalui penyuluhan mengenai penyakit tidak menular, khususnya hipertensi dan diabetes mellitus.
Materi yang disampaikan mencakup pengenalan faktor risiko, pentingnya penerapan pola hidup sehat, serta upaya pencegahan dan pengendalian penyakit secara berkelanjutan.
Bidan Desa Pugeran, Eti Dwi menyambut baik keterlibatan mahasiswa KKN dalam pelaksanaan Posyandu. Ia menilai kegiatan edukasi yang diberikan sangat membantu tenaga kesehatan desa dalam meningkatkan pemahaman masyarakat.
“Kehadiran mahasiswa KKN sangat mendukung pelaksanaan Posyandu. Materi yang disampaikan cukup lengkap dan mudah dipahami masyarakat, terutama terkait kesehatan ibu dan anak serta pencegahan penyakit tidak menular,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan edukatif yang dilakukan secara langsung dan interaktif membuat warga lebih terbuka untuk bertanya dan berdiskusi mengenai kondisi kesehatannya.
Rangkaian edukasi tersebut disampaikan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran yang terlibat langsung dalam kegiatan KKN, yakni Dawwas Aufa Rashin, Lubna Jazeera, Sania Safitri, Raden Roro Puspitasari Annasta, Zulfa Fausta Rifda, Nabila Anas Safira, Elizabeth Charissa Atmawidjaja, dan Naifara Juvido Fahesa.
Para mahasiswa berperan aktif dalam memberikan penyuluhan, pendampingan, serta membuka ruang diskusi interaktif agar materi mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme masyarakat tampak dari tingginya tingkat partisipasi warga di setiap titik pelaksanaan Posyandu. Diskusi dua arah berlangsung aktif, terutama saat membahas isu pengasuhan anak, imunisasi, serta pencegahan penyakit kronis yang kerap dijumpai di lingkungan keluarga.
Melalui pelaksanaan Posyandu yang dikemas secara edukatif dan partisipatif ini, program KKN diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat Desa Pugeran mengenai pentingnya kesehatan ibu, anak, dan keluarga secara menyeluruh. Kegiatan ini sekaligus mempertegas peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan dan edukasi kesehatan berbasis masyarakat. (*)
Editor: Triantotus












Komentar