Manfaatkan Cabai Bumdes Puron, Mahasiswa KKN Undip Produksi Bubuk Cabai “Purasa”

banner 468x60

Portalika.com [SUKOHARJO] – KKN Undip Semarang, di Desa Puron, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo menggelar kegiatan pelatihan dan praktik pembuatan bubuk cabai, Jumat, 7 Agustus, 2026 di Demplot KWT setempat.

Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai sasaran utama program dengan jumlah 29 orang. Bahan baku cabai yang digunakan dalam pembuatan bubuk cabai merupakan hasil panen dari lahan pertanian yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

banner 300x250

Pemanfaatan cabai hasil BUMDes ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara badan usaha desa dengan kelompok tani perempuan dalam mengoptimalkan hasil pertanian lokal.

Bubuk cabai yang telah dikemas diberi label nama Purasa, yaitu Puron cita rasa. Hal ini bertujuan guna memberikan identitas produk serta memudahkan proses pengenalan produk terhadap orang lain.

Inisiatif pembuatan bubuk cabai ini lahir dari persoalan yang kerap dihadapi petani cabai di Desa Puron, khususnya saat musim kemarau tiba. Pada masa tersebut, kualitas cabai segar sering menurun sehingga tidak layak jual di pasaran dan harga jualnya anjlok.

Portalika.com/Ist

Melalui pengolahan menjadi bubuk cabai, hasil panen yang sebelumnya berisiko terbuang kini dapat diolah menjadi produk bernilai tambah dengan daya simpan yang jauh lebih panjang.

“Produk Purasa ini menjadi salah satu solusi agar cabai yang kualitasnya menurun saat kemarau tetap bisa dimanfaatkan, tidak terbuang sia-sia, dan bahkan bisa menambah penghasilan bagi anggota KWT,” ujar Yusayroh Yasmin, salah satu mahasiswi KKN Undip di sela kegiatan.

Dalam pelatihan pembuatan bubuk cabai, ibu-ibu KWT Desa Puron diajak mempraktikkan langsung seluruh tahapan pembuatan bubuk cabai, mulai dari pemilihan dan pencucian cabai, proses pengeringan, hingga penghalusan menjadi bubuk siap kemas.

Beberapa pertanyaan sempat terlontar dari ibu-ibu KWT mengenai jenis cabai apa yang digunakan, lalu bertahan berapa lama jika di suhu ruang. Kegiatan yang berlangsung di Demplot KWT ini diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan bagi anggota untuk mengembangkan produk Purasa secara mandiri maupun berkelanjutan.

Dengan hadirnya produk bubuk cabai Purasa, diharapkan hasil pertanian cabai di Desa Puron dapat lebih optimal dimanfaatkan sepanjang tahun, sekaligus memperkuat perekonomian desa melalui sinergi antara BUMDes dan KWT. (*)

Penulis: Alexandra Nadya, Tim KKN-R Undip Semarang

Editor: Triantotus

Komentar