Portalika.com [WONOGIRI] – Semangat berkreasi kembali menyala di Dusun Jagir, Desa Randusari, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, melalui program kerja individu Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diinisiasi Wahyu Dwi Wibisono, seorang mahasiswa yang tengah menjalani masa pengabdian di desa tersebut. Pada tanggal 14 Agustus 2024, Wahyu melaksanakan kegiatan pengenalan dan pelatihan pembuatan cocodama yang dihadiri oleh ibu-ibu PKK Dusun Jagir.
Kegiatan ini berlangsung di rumah Kadus Jagir, sebuah tempat yang telah menjadi pusat kegiatan ibu-ibu PKK di dusun tersebut. Dari pukul 14.00 WIB hingga 15.30 WIB, pelatihan berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Ibu-ibu PKK, yang menjadi target utama dari program ini, menyambut baik inisiatif ini dan dengan semangat mengikuti setiap tahapan yang diberikan.
Cocodama atau dikenal juga sebagai bola lumut, adalah seni menanam yang berasal dari Jepang. Teknik ini melibatkan pembungkusan akar tanaman dengan campuran tanah dan lumut yang dibentuk menjadi bola. Selain memiliki nilai estetika yang tinggi, cocodama juga ramah lingkungan karena menggunakan bahan-bahan alami dan tidak memerlukan pot atau wadah lain.
Baca juga: Mahasiswa KKN Unisri Gelar Sosialisasi Pentingnya Digital Marketing Siswa SMPN 1 Slogohimo
Cocodama dapat digantung atau ditempatkan di berbagai sudut ruangan, memberikan sentuhan hijau dan segar di dalam rumah. Wahyu Dwi Wibisono menyampaikan tujuan dari kegiatan ini bukan hanya sekadar memperkenalkan seni membuat cocodama, tetapi juga untuk memberikan alternatif kegiatan yang dapat dilakukan oleh ibu-ibu PKK.
“Pembuatan cocodama ini tidak hanya sebagai pengisi waktu luang saja, tapi juga bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Di zaman sekarang, tanaman hias menjadi salah satu tren yang digemari masyarakat. Cocodama bisa menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual tinggi,” ujarnya.
Pelatihan dimulai dengan penjelasan mengenai bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat cocodama. Wahyu memperkenalkan beberapa jenis tanaman yang cocok untuk dijadikan cocodama, seperti lidah mertua, adam hawa, lili paris dan beberapa jenis tanaman hias lainnya. Adapun bahan-bahan yang diperlukan meliputi tanah, sabut kelapa, benang atau tali, serta tanaman yang akan dibungkus.
Selanjutnya, Wahyu memperlihatkan video langkah-langkah pembuatan cocodama di hadapan para peserta. Ia menjelaskan dengan detail setiap tahapannya, mulai dari pencampuran tanah dan sabut kelapa, pembentukan bola, hingga cara membungkus akar tanaman dengan bola tersebut. Ibu-ibu PKK tampak antusias, beberapa di antaranya bahkan langsung mempraktikkan apa yang telah dijelaskan.
Proses pembuatan cocodama yang relatif mudah dan tidak memerlukan alat-alat khusus membuat ibu-ibu PKK semakin tertarik. Mereka bersama-sama membantu satu sama lainnya dalam membentuk bola lumut dan menata tanaman.
Wahyu juga memberikan tips tambahan tentang cara merawat cocodama agar tetap subur dan indah, termasuk cara penyiraman dan penempatan yang tepat.
Cocodama Sebagai Potensi Usaha
Antusiasme ibu-ibu PKK terhadap pelatihan ini sangat tinggi. Mereka tidak hanya tertarik pada aspek seni dan estetika dari cocodama, tetapi juga mulai melihat potensi usaha dari produk ini.
Beberapa ibu mengungkapkan bahwa mereka ingin mencoba membuat cocodama di rumah dan mungkin menjualnya sebagai produk tambahan untuk membantu perekonomian keluarga.
Wahyu memberikan motivasi tambahan kepada para peserta untuk terus mengasah kreativitas mereka. Ia mengajak ibu-ibu PKK untuk tidak ragu mencoba hal-hal baru yang bisa memberikan manfaat, baik untuk diri sendiri maupun untuk keluarga dan masyarakat sekitar.
Kegiatan yang dilaksanakan Wahyu Dwi Wibisono ini telah membuka jalan bagi ibu-ibu PKK Dusun Jagir untuk mengenal seni bercocok tanam yang unik dan ramah lingkungan. Lebih dari itu, pelatihan ini juga memberikan peluang baru bagi mereka untuk mengembangkan potensi usaha di bidang tanaman hias.
Dengan semangat dan antusiasme yang ditunjukkan oleh para peserta, tidak menutup kemungkinan bahwa cocodama akan menjadi tren baru di Dusun Jagir dan sekitarnya. Melalui kegiatan ini, Wahyu Dwi Wibisono telah berhasil memberikan inspirasi dan motivasi kepada ibu-ibu PKK untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi yang ada.
Program kerja individu ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada peserta, tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat Dusun Jagir. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat desa dapat semakin kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar mereka.
Di akhir acara, Wahyu mengajak seluruh peserta untuk berfoto bersama dengan hasil cocodama yang telah mereka buat. Senyuman ceria dan rasa bangga terlihat di wajah para peserta, menjadi bukti bahwa kegiatan ini telah berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat yang nyata bagi ibu-ibu PKK Dusun Jagir. (Heris)












Komentar