Isi Tahun Baru Islam 1448 H, UPZ NU Pokoh Kidul Santuni 21 Anak Yatim dan Perkuat Dukungan untuk TPQ

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Pokoh Kidul menggelar pengajian sekaligus santunan bagi anak yatim di Gedung MWC NU Pokoh Kidul, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, akhir pekan kemarin.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus meningkatkan semangat umat Islam dalam memperbaiki diri serta mengisi bulan Muharram.

banner 300x250
Mendagri Tito Karnavian (kiri) memberikan piagam penghargaan ke Wagub Jateng, Taj Yasin. (Portalika.com/Aisya)

Sebanyak 21 anak yatim dari wilayah Pokoh Kidul menerima santunan sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang kepada mereka. Ketua Pengurus Ranting NU Pokoh Kidul, Suratmin berharap bantuan tersebut tidak hanya memberikan manfaat secara materi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi anak-anak yatim untuk terus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.

Selain santunan, Ranting NU Pokoh Kidul juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan keagamaan melalui bantuan operasional bagi Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang berada di bawah naungan takmir masjid.

Acara menghadirkan Habib Mahmud dari Magelang sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah memahami makna pergantian Tahun Baru Islam secara lebih mendalam.

Menurutnya, datangnya bulan Muharram bukan sekadar tradisi tahunan yang ramai diperbincangkan di media sosial atau berbagai media lainnya, melainkan momentum untuk melakukan introspeksi diri.

“Tahun baru sejatinya bukan hanya bertambahnya usia, tetapi justru berkurangnya jatah umur kita. Karena itu, Muharram harus menjadi waktu untuk memperbaiki diri, dan meluruskan niat dalam setiap amal,” pesannya di hadapan jamaah.

Habib Mahmud juga mengingatkan pentingnya memperbanyak amalan pada bulan Muharram, seperti menjalankan puasa sunah, memperbanyak salat sunah, serta memperluas sedekah sebagai bekal kehidupan di dunia dan akhirat.

Ia menegaskan terdapat tiga amal yang pahalanya terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa dari anak yang saleh.

Dalam kesempatan tersebut, Habib Mahmud turut menyampaikan syarat agar ilmu yang dipelajari menjadi ilmu yang bermanfaat dan penuh keberkahan.

Menurutnya, seorang penuntut ilmu harus memiliki enam sikap utama, yakni cerdas, memperhatikan dengan sungguh-sungguh saat guru menyampaikan pelajaran, sabar menghadapi berbagai ujian, tidak takut berkorban tenaga maupun beaya demi menuntut ilmu, memiliki guru yang membimbing, serta bersedia menempuh proses belajar dalam waktu yang panjang.

Melalui peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini, Ranting NU Pokoh Kidul berharap semangat berbagi kepada anak yatim, kepedulian terhadap pendidikan Al-Qur’an, serta ajakan untuk memperbaiki diri dapat menjadi bekal bagi masyarakat dalam menyongsong tahun baru Hijriah dengan keimanan dan kepedulian sosial yang semakin kuat. (Nadhiroh/*)

Komentar