Remaja 15 Tahun Diduga Terseret Arus Bengawan Solo Di Karanganyar

banner 468x60

Portalika.com [KARANGANYAR] — Seorang remaja berusia 15 tahun dilaporkan hilang dan diduga terseret arus Sungai Bengawan Solo di wilayah Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat, 3 Juli 2026 pagi.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian. Korban diketahui bernama Mikel, warga Winong Perumnas Palur, Karanganyar.

banner 300x250

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Surakarta, Kamal Riswandi SE menyatakan peristiwa memilukan ini terungkap setelah seorang warga menemukan barang-barang milik korban tertinggal di tepi sungai.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan tenggelamnya korban bermula ketika seorang warga bernama Denish melintas di bawah Jembatan Jurug pada Jumat subuh, sekitar pukul 02.00 WIB.

Di lokasi tersebut, ia menemukan satu unit ponsel dan sepasang sandal yang tak bertuan di tepi aliran Bengawan Solo.

Temuan mencurigakan tersebut langsung dilaporkan ke pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Jaten.

Petugas kepolisian kemudian bergerak cepat melakukan konfirmasi kepada pihak keluarga guna memastikan keberadaan pemilik barang-barang tersebut. Setelah dipastikan bahwa korban belum kembali ke rumah sejak dini hari, kuat dugaan korban terpeleset dan hanyut terbawa arus sungai yang sedang deras selanjutnya pihak Polsek melaporkan ke instansi terkait dari Basarnas KPP Surakarta dan BPBD Karanganyar untuk dilakukan assessment dan pencarian.

Laporan resmi mengenai kondisi membahayakan manusia ini diterima oleh pihak berwenang pada pukul 02.00 WIB dari potensi SAR Perum Jasa Tirta (PJT).

Kendala Arus Deras

Untuk mengoptimalkan proses pencarian, operasi SAR kali ini melibatkan berbagai unsur gabungan. Sejumlah alat utama dan peralatan SAR (Alut/Palsar) telah diterjunkan ke lokasi, perahu karet (rubber boat), peralatan selam, peralatan pertolongan pertama (first aid), serta alat komunikasi lapangan.

Meskipun kondisi cuaca di sekitar lokasi terpantau cerah berawan, tim gabungan dihadapkan pada tantangan berat. Aliran arus Sungai Bengawan Solo yang cukup deras menjadi faktor penghambat utama bagi para penyelam dan petugas di lapangan untuk menyisir palung sungai.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran visual maupun air demi menemukan keberadaan korban.

Pihak otoritas juga mengimbau masyarakat di sekitar bantaran sungai untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban. (Ariyanto)

Komentar