Meriahkan Hari Tari Dunia, Wawalkot Astrid Menari Tari Gambyong

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani ambil bagian dalam pertunjukan Jebres Menari dengan menarikan Tari Gambyong bersama puluhan penari di Pendopo Gendhon Humardani, Jebres, Rabu, 29 April 2026.

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan dalam rangka memperingati Hari Tari Dunia yang diperingati setiap 29 April.

banner 300x250

Dalam kesempatan tersebut, Astrid menerima selempang kehormatan Natya Raksika Pelindung Seni Tari sebagai bentuk apresiasi atas dukungannya terhadap pelestarian seni tari di Kota Surakarta.

BACA JUGA  Aksi Keren Drumer Cilik, Sambut HUT Ke-80 RI, Ngedrum Bareng Bawakan Lagu Perjuangan

Penampilan Astrid di tengah para penari menjadi simbol komitmen Pemerintah Kota Surakarta dalam menjaga sekaligus mengembangkan seni tradisi sebagai bagian dari identitas kota budaya.

“Ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi wujud nyata komitmen kita untuk menjaga warisan budaya. Seni tari adalah identitas, sekaligus kekuatan karakter Kota Surakarta yang harus terus dirawat bersama,” ujar Astrid.

Ia menambahkan, pelestarian budaya membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, seniman, komunitas, dan generasi muda. Menurutnya, ruang-ruang ekspresi seperti Jebres Menari menjadi penting agar seni tradisi tetap hidup dan berkembang.

BACA JUGA  Edi Priyanto Pimpin KASV UNS Lima Tahun ke Depan Bergerak Bersama Berkontribusi Bagi Almamater dan Negeri

“Momentum Hari Tari Dunia ini harus kita manfaatkan untuk mendorong generasi muda lebih dekat dengan seni budaya, khususnya tari tradisional,” lanjutnya.

Kegiatan Jebres Menari sendiri menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku seni tari sekaligus ajang memperkuat eksistensi seni tradisional di tengah masyarakat.

BACA JUGA  Peduli Sesama, Wara Lanud Adi Soemarmo Adakan Bakti Sosial

Sebagai kota budaya, Surakarta juga dikenal dengan agenda Solo Menari yang rutin digelar setiap peringatan Hari Tari Dunia dengan melibatkan ratusan hingga ribuan penari di ruang publik. Kegiatan tersebut menjadi ikon perayaan seni tari yang memperkuat posisi Solo sebagai pusat kebudayaan Jawa.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan kota yang berkarakter dan berkelanjutan. (Ariyanto)

Komentar