Portalika.com [TAWANGREJO] — Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 H, Masjid Baitul Iman Tawangrejo menggelar program TPA Kolaboratif yang berlangsung sejak Rabu, 18 Februari hingga Sabtu, 28 Februari 2026, setiap pukul 16.30 WIB hingga selesai.
Program ini menjadi bagian dari upaya penguatan spiritual sekaligus pembinaan karakter religius anak-anak di lingkungan setempat.
Kegiatan TPA (Taman Pendidikan Alquran) ini dirancang secara kolaboratif dengan melibatkan mahasiswa, pengurus masjid, serta tokoh masyarakat. Sinergi tersebut bertujuan untuk menghadirkan pembelajaran Alquran yang tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca, tetapi juga pada penanaman nilai-nilai akhlak dan pembiasaan ibadah sejak dini.
Ketua kegiatan, Calya Maharani Yuzerman, mahasiswi HI semester 6 menyampaikan Ramadan merupakan momentum strategis untuk membentuk karakter anak melalui pendekatan spiritual yang intensif dan menyenangkan.
“Kami ingin menghadirkan suasana belajar Alquran yang interaktif, membangun kedekatan emosional anak dengan masjid, sekaligus menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kebersamaan,” ujarnya.
Selama sepuluh hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi tahsin dan tahfidz Alquran, praktik ibadah harian, doa-doa pilihan, serta kisah-kisah teladan Nabi dan sahabat. Metode pembelajaran dikemas secara variatif melalui permainan edukatif, mentoring kelompok kecil, dan evaluasi hafalan secara berkala.
Antusiasme terlihat dari meningkatnya jumlah kehadiran anak setiap harinya. Para orang tua menyambut baik program ini karena dinilai mampu menjadi wadah pembinaan yang positif di tengah tantangan perkembangan teknologi dan pergeseran pola interaksi sosial anak.
Selain meningkatkan kemampuan literasi Alquran, program TPA Kolaboratif ini juga memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat dan ruang edukasi komunitas. Kolaborasi lintas elemen dinilai menjadi kunci keberhasilan kegiatan, sekaligus model pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai keislaman.
Melalui program ini, Masjid Baitul Iman Tawangrejo berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat serta karakter religius yang tertanam dalam kehidupan sehari-hari. (Rukmini/*)
Editor: Triantotus












Komentar