Portalika.com [SURAKARTA] — Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Jateng resmi membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2026. Sebanyak 1.535 mahasiswa baru disambut dalam pembukaan yang berlangsung semarak dengan mengusung tema “Tumbuh, Berkarya, dan Berdampak”.
Rektor Unisri, Prof Dr Sutoyo, MPd, menegaskan bahwa pelaksanaan PKKMB tahun ini dipastikan berjalan aman, edukatif, dan sepenuhnya bebas dari praktik perpeloncoan.
Pada tahun ajaran 2026 ini, Unisri mencatat peningkatan jumlah mahasiswa baru yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun lalu sejumlah 1.300 mahasiswa, tahun ini sebanyak 1.535 mahasiswa.
Sutoyo menjelaskan mengingat kapasitas lokasi acara yang terbatas (maksimal 750 orang per sesi), pelaksanaan PKKMB dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang 1: berlangsung selama tiga hari pada awal September 2026 dan gelombang 2: dijadwalkan pada tanggal 7–9 September 2026.
Meskipun pembagian materi dibagi dalam dua gelombang, acara pembukaan resmi telah dilaksanakan secara serentak dan dihadiri oleh seluruh jajaran yayasan, rektorat, dekanat, ketua program studi (Prodi), hingga kepala biro.
Dua Prodi Baru Resmi Dibuka
Guna menjawab tantangan zaman dan kebutuhan industri, Unisri juga memperkenalkan dua program studi (Prodi) baru pada tahun akademik ini. Dua Prodi itu adalah Bisnis Digital (di bawah Fakultas Ekonomi dan Bisnis/FEB) dan Informatika (di bawah Fakultas Sains dan Teknologi/Saintek).
Adapun Fakultas Teknologi dan Industri Pangan kini telah bertransformasi menjadi Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) yang menaungi Prodi Teknologi Pangan dan Informatika.
Menurut Sutoyo pada penerimaan mahasiswa baru tahun ini, program studi S1 Manajemen, Hukum, dan Ilmu Komunikasi masih menjadi tiga Prodi dengan peminat terbanyak. Sementara itu, dua Prodi baru juga mendapat antusiasme positif dengan masing-masing berhasil memenuhi kuota satu kelas.
Unisri Larang Keras Perpeloncoan
Rektor Unisri menekankan orientasi kampus difokuskan pada pengenalan akademik, kemahasiswaan, serta pembentukan karakter. Segala bentuk kekerasan fisik, verbal, maupun psikologis dilarang keras.
“PKKMB ini bukan perpeloncoan, melainkan pengenalan kehidupan kampus agar mahasiswa merasa senang dan gembira. Tidak ada bentakan atau kekerasan fisik dan psikologis. Laporkan saya kalau ada tindak kekerasan,” ujar Rektor Unisri.
Lebih lanjut dia mengungkapkan materi Wawasan & Kebangsaan meliputi ceramah dan diskusi mengenai pendidikan tinggi, tata kelola kampus, pencegahan bahaya narkoba, judi online, hingga wawasan kebangsaan diberikan kepada mahasiswa baru.
Sedangkan aksi Green Living & Ketahanan Pangan: mahasiswa diajak melakukan pengabdian masyarakat dengan menyumbangkan tanaman hidup kepada pengurus RT/RW setempat. Aksi ini sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Untuk kedisiplinan yang humanis, panitia menekankan penertiban kerapian (seperti pemotongan rambut bagi mahasiswa yang gondrong), dilakukan secara humanis dengan menyediakan tukang potong rambut di lokasi. Aturan atribut juga dipermudah, seperti kewajiban memakai sepatu hitam biasa tanpa menuntut sepatu pantofel.
Melalui rangkaian PKKMB ini, pihak kampus berharap dapat mendampingi dan mengantar seluruh mahasiswa baru untuk menyelesaikan masa studinya tepat waktu dalam jangka empat tahun. (Iskandar)












Komentar