SDN 3 Krisak Miliki Aplikasi EKSIS untuk Ukur Kepuasan Belajar Siswa

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Pengelola SD Negeri 3 Krisak, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri meluncurkan sebuah inovasi berbasis digital bernama EKSIS (Emoji Kepuasan Siswa). Aplikasi berbasis Android ini dirancang untuk mengukur tingkat kepuasan siswa terhadap pembelajaran secara real-time melalui pilihan emoji.

Kepala SDN 3 Krisak, Ekwan Nugroho, menjelaskan inovasi ini sejalan dengan Peraturan Bupati Wonogiri Nomor 98 Tahun 2023 tentang Inovasi Daerah, yang mendorong percepatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai terobosan, termasuk di bidang pendidikan.

banner 300x250

“Dalam era digital, sekolah harus terus beradaptasi. EKSIS hadir sebagai jawaban atas kebutuhan evaluasi pembelajaran yang cepat, akurat, dan melibatkan siswa secara langsung,” ujarnya.

Metode konvensional seperti angket atau wawancara dinilai memakan waktu dan sering kali kurang efektif menangkap perasaan siswa. Melalui EKSIS, siswa cukup memilih emoji senyum atau sedih sesuai pengalaman belajarnya, lalu data otomatis tersimpan di server sekolah. Hasil survei dapat diakses guru maupun kepala sekolah dalam bentuk grafik interaktif.

Menurutnya, beberapa keunggulan aplikasi EKSIS antara lain:

  1. Guru mendapat umpan balik segera setelah pembelajaran.
  2. Data kuantitatif mudah dianalisis untuk evaluasi metode mengajar.
  3. Siswa merasa lebih dilibatkan karena pendapatnya dihargai.
  4. Kepala sekolah dapat menggunakan data untuk pengambilan keputusan strategis, termasuk pengembangan kurikulum.

Menariknya, pengembangan EKSIS hampir tanpa beaya karena memanfaatkan Google Workspace for Education dan akun belajar.id. “Bisa dikatakan beayanya mendekati nol rupiah,” tambah Ekwan.

Aplikasi ini juga memperkuat budaya evaluasi berkelanjutan di sekolah. Dengan begitu, mutu pembelajaran di SDN 3 Krisak diharapkan semakin meningkat, sejalan dengan semangat Pendidikan Bermutu untuk semua.

“EKSIS bukan hanya aplikasi, tetapi wujud komitmen kami untuk menghadirkan sekolah yang modern, inovatif, dan selalu menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran,” tegas Ekwan.

Menurutnya, senyum kecil di layar ponsel kini menjadi cara baru bagi siswa SD Negeri 3 Krisak untuk menyampaikan perasaan mereka setelah belajar. “Siswa berhak didengar pendapatnya. Dengan emoji sederhana, kita bisa tahu apakah mereka puas atau tidak dengan pembelajaran yang diberikan,” ujarnya.

Siswa cukup memilih emoji senyum atau sedih di aplikasi setelah selesai belajar. Hasilnya langsung tersimpan dalam server sekolah. Guru bisa segera melihat apakah metode pembelajaran yang digunakan efektif atau perlu penyesuaian. Kepala sekolah pun dapat mengakses dashboard berisi grafik kepuasan siswa untuk dianalisis lebih lanjut.

Guru, ujarnya, tidak lagi repot membuat survei manual. Siswa merasa pendapat mereka benar-benar dihargai. Kepala sekolah memperoleh data yang bisa dijadikan dasar keputusan, mulai dari penyempurnaan kurikulum hingga peningkatan kualitas pengajaran.

Keunggulan EKSIS tidak hanya terletak pada teknologinya, tetapi juga pada dampaknya. Guru dapat langsung menyesuaikan cara mengajar, siswa menjadi lebih termotivasi karena suara mereka didengar, dan sekolah semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Dengan emoji, belajar terasa lebih menyenangkan. Anak-anak tidak segan menyampaikan pendapat karena bentuknya sederhana,” jelas salah satu guru yang sudah menggunakan aplikasi ini.

Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan, transparan, dan partisipatif. “Kami ingin SDN 3 Krisak dikenal sebagai sekolah yang inovatif dan peduli pada kepuasan belajar siswa,” tegas Ekwan. (Nadhiroh)

Komentar