Selamatkan Generasi Emas, 9 Mahasiswa Kebidanan Stikes Guna Bangsa Cegah Stunting di Manisrenggo

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Mahasiswa Program Studi Magister Kebidanan StiKes Guna Bangsa Yogyakarta melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, April lalu di Balaidesa Kecemen, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten.

Agenda tersebut dihadiri Kepala Puskesmas Manisrenggo, Sri Lestari, Bidan Koordinator Sri Sukastini dan Bidan Desa, Nanik Munawaroh beserta kader kesehatan.

banner 300x250

Pengabdian itu dalam upaya pencegahan stunting pada balita. Kegiatan itu bertujuan untuk memberikan informasi kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita tentang stunting serta upaya yang bisa ibu lakukan dalam mencegah terjadinya stunting pada balita.

Pengabdian masyarakat ini dengan metode penyuluhan dan diikuti 9 orang mahasiswa.

Agenda pengabdian masyarakat dengan pemberian penyuluhan ini diikuti 21 ibu hamil dan ibu yang memiliki anak balita di Dusun Katik, Desa Kecemen. Penyuluhan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran orang tua dan kader mengenai stunting pada anak.

Acara dipandu oleh Tri Utami Sari dan Fitri Rahayu sebagai pembawa acara dan Ketua Penyuluhan serta Luh Putu Eka Suryani sebagai mahasiswa yang membawakan materi pada penyuluhan stunting dan upaya pencegahannya.

“Peningkatan pengetahuan ibu tentang upaya pencegahan stunting melalui penyuluhan sangat efektif dilakukan dan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan, kader kesehatan dan masyarakat dalam upaya preventif terhadap masalah gizi seperti stunting. Kegiatan ini juga sejalan dengan program nasional dalam percepatan penurunan angka stunting melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat” tutur Ketua Program Studi Magister Kebidanan Stikes Guna Bangsa Yogyakarta, Gunarmi.

Menurutnya, penyuluhan merupakan salah satu metode dalam memberikan edukasi atau pendidikan kesehatan kepada masyakarat dalam upaya meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku ke arah yang lebih baik.

Kegiatan ini diharapkan dapat dilanjutkan oleh kader ataupun tenaga gizi puskesmas dengan baik. Agenda serupa sebaiknya dilaksanakan secara langsung, sehingga komunikasi antar pemateri dengan responden dapat berjalan dengan baik.

Hasil evaluasi setelah penyuluhan yaitu dari 21 peserta yang hadir, terdapat 3 peserta dengan pengetahuan kurang (14,28%) dan ada 18 peserta dengan pengetahuan baik (85,71%).

Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan dilakukan penyuluhan pencegahan stunting pada anak dapat meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai stunting karena adanya peningkatan hasil yang signifikan sebelum dilakukan penyuluhan dan setelah dilakukan penyuluhan.

Pengetahuan ibu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dalam menerapkan pola makan yang baik, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PBHS) untuk mencegah terjadinya stunting sehingga proses tumbuh kembang anak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya hambatan. (Nadhiroh/*)

Komentar