Portalika.com [SURAKARTA] – Lebih dari tujuh dekade berdiri, Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso di Surakarta terus menjadi garda terdepan dalam pelayanan ortotik dan alat bantu bagi penyandang disabilitas di Indonesia.
Pada tahun 1951, pemerintah pada waktu itu, meresmikan praktik pembuatan kaki palsu yang diinisiasi oleh Dr Soeharso dan R Soeroto sejak tahun 1946 di bengkel RS Surakarta, menjadi lembaga yang disebut Rehabilitasi Centrum (RC) Prof Dr Soeharso.
Hal ini untuk memperkuat misi mulia membantu para korban perang kemerdekaan yang mengalami cacat fisik. Dalam struktur organisasi, lembaga ini berada di bawah naungan Kementerian Sosial.
Seiring perjalanan waktu, lembaga ini mengalami beberapa kali perubahan nomenklatur. Pada tahun 2022, secara resmi bertransformasi menjadi “Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso Surakarta.”
Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso memiliki “Instalasi Alat Bantu” unit khusus yang tidak hanya memberikan layanan alat bantu berupa kursi roda, alat bantu dengar, tongkat netra dan lainnya tetapi juga memproduksi kaki dan tangan palsu.
Di Instalasi Alat Bantu Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso, terdapat tujuh pegawai ahli ortotik-prostetik yang secara khusus merancang dan memproduksi kebutuhan tangan palsu dan kaki palsu sesuai kondisi masing-masing pasien. Proses pembuatannya menggabungkan teknik manual dan bantuan mesin modern, dengan waktu pengerjaan 1–2 minggu tergantung kondisi masing-masing pasien.
Pelayanan pemberian alat bantu disabilitas di Instalasi Alat Bantu Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso sepenuhnya dibeayai oleh APBN. Seluruh layanan diberikan secara gratis dan tidak ada praktik jual beli.
Penerima Manfaat layanan alat bantu merupakan hasil dari asessmen dari tim Alat Bantu yang diajukan oleh Dinas Sosial setempat yang masuk dalam Wilayah Kerja di Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso.
Bagi masyarakat yang membutuhkan kaki atau tangan palsu dapat mengajukan permohonan ke Dinas Sosial setempat yang dilengkapi dengan dokumen pendukung seperti fotokopi KK dan KTP. Setelah diverifikasi dan dikeluarkan surat rekomendasi, permohon diteruskan ke Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso untuk ditindaklanjuti.
Jika memenuhi persyaratan administrasi maka calon penerima menjalani assesmen teknis di Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso guna menentukan jenisi alat yang sesuai. Proses produksi kemudian dimulai, diikuti tahap fitting untuk memastikan kenyamanan dan kecocokan. Jika perlu, alat direvisi hingga benar-benar sesuai dengan kondisi pengguna.
Tantangan terbesar dalam produksi alat bantu, menurut tim alat bantu adalah keragaman kasus amputasi yang membutuhkan pendekatan personal dan presisi tinggi agar alat bantu benar-benar fungsional dan nyaman digunakan.
Hingga kini warisan semangat kemanusiaan dan kelimuan dari Prof Dr Soeharso dan Rekso R Pranoto yang telah merintis awal pembuatan kaki palsu terus hidup melalui setiap kaki palsu yang melangkah, setiap tangan palsu yang kembali meraih harapan. (*)
Penulis: Rimma Nirvana Khumayroh, Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Prodi Manajemen, Unisri Surakarta, Magang 2025
DPM: D Ririn Indriastuti, SE, MSi
Editor: Triantotus












Komentar