Portalika.com [WONOGIRI] – Kegiatan Akhirussanah dan Pelepasan Siswa Kelas VI Tahun Ajaran 2025/2026 serta Wisuda Tahfidz Angkatan III Tahun 2026 diselenggarakan Madrasah Ibtidaiyah Al-Kahfi berlangsung khidmat dan penuh haru di halaman masjid madrasah, Senin, 22 Juni 2026.
Acara ini mengusung tema “Meraih Masa Depan Gemilang dengan Iman dan Takwa” diikuti 22 siswa kelas VI serta 30 peserta wisuda tahfidz.
Sejak pagi, suasana halaman madrasah tampak dipadati oleh siswa, wali murid, serta tamu undangan. Prosesi acara berlangsung tertib mulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci Alquran, hingga rangkaian wisuda tahfidz yang menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan.
Suasana haru semakin terasa ketika para siswa kelas VI mulai dipanggil satu per satu sebagai tanda resmi berakhirnya masa belajar di tingkat Madrasah Ibtidaiyah.
Kepala Madrasah Ibtidaiyah Al-Kahfi, Siti Wahyuni, SPd menjelaskan seluruh siswa kelas VI telah resmi menjadi alumni setelah menempuh pendidikan selama enam tahun.
Ia menyampaikan momen pelepasan tersebut menjadi waktu penuh haru bagi pihak madrasah karena harus melepas para peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Ia juga memaparkan capaian akademik yang membanggakan pada pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) perdana tahun ini. Salah satu siswa meraih nilai sempurna 100 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, sebuah capaian yang dinilai sangat membanggakan di tingkat kabupaten.
“Dari sekitar 65 madrasah di Kabupaten Wonogiri, hanya ada 5 siswa yang mendapatkan nilai 100 dan Alhamdulillah salah satunya berasal dari MI Al-Kahfi,” ujar Siti Wahyuni.
Selain prestasi akademik, ia juga menjelaskan perkembangan program tahfidz di madrasah yang menunjukkan hasil signifikan. Tercatat 4 siswa menyelesaikan hafalan hingga Juz 29 yang terdiri dari 3 siswa kelas VI dan 1 siswa kelas III.
Capaian ini menjadi bukti keseriusan madrasah dalam penguatan pendidikan Alquran. Siti Wahyuni mengingatkan agar siswa terus menjaga semangat belajar, menghormati orang tua dan guru, serta tidak meninggalkan kewajiban salat.
Ia juga berpesan agar para alumni tetap menjaga nama baik madrasah di mana pun berada. “Ilmu itu akan membuat kamu cerdas, tetapi akhlak itu akan membuat kamu dihormati,” ujarnya.
Ketua Yayasan Amal Insani Manyaran, Suntoro Wardoyo, menyampaikan yayasan berdiri sejak tahun 2003 merupakan lembaga pendidikan milik umat Islam di Manyaran, bukan milik kelompok tertentu. Ia menjelaskan keberadaan yayasan selama ini terus berupaya melahirkan generasi yang unggul dalam akhlak dan akademik.
Suntoro menjelaskan pola pendidikan di bawah yayasan selalu mengedepankan pembentukan karakter sebelum penguatan akademik.
“Proses pembelajaran saya awali dengan akhlak dan etika, baru akademik. Alhamdulillah prestasi akademiknya juga bagus, bahkan ada yang memperoleh nilai 100,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama, wali murid, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap perkembangan madrasah. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak dapat dipisahkan dari peran keluarga dalam mendampingi anak di rumah.
“Proses pembelajaran dimulai dari rumah. Jangan semuanya diserahkan ke sekolah, karena fondasi dasar pendidikan sangat penting dibangun bersama antara sekolah dan keluarga,” ujarnya.
Pengawas Madrasah Dabin Wuryantoro, Budi Susanto, SAg, MPdI, turut menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar MI Al-Kahfi atas dedikasi dalam mendidik peserta didik selama enam tahun terakhir.
Menurutnya, MI Al-Kahfi telah berhasil membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan umum, tetapi juga mampu menghafal Alquran serta memiliki akhlak yang baik. Ia juga memberikan penghargaan kepada kepala madrasah beserta seluruh tenaga pendidik yang terus membimbing siswa dengan penuh kesungguhan.
Budi Susanto menjelaskan keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh elemen madrasah dalam mengintegrasikan pendidikan akademik dengan pendidikan karakter dan keagamaan.
“MI Al-Kahfi telah berhasil mencetak generasi yang tidak hanya memiliki ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki bekal hafalan Alquran dan akhlak yang baik. Ini merupakan prestasi yang patut diapresiasi,” ujarnya.
Ketua Komite MI Al-Kahfi, Sutarno, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh dewan guru yang telah mendidik dan membimbing siswa selama enam tahun. Ia menilai capaian prestasi siswa merupakan hasil kerja keras bersama antara sekolah, guru, dan orang tua.
“Ini adalah pencapaian yang luar biasa. Keberhasilan ini bukan hanya hasil belajar siswa, tetapi juga berkat bimbingan para guru dan dukungan orang tua,” ujarnya. (Sofyan)












Komentar