Tanaman Obat Keluarga di Taman Hatinya PKK Desa Beku Oleh Mahasiswa KKN Unisri

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Desa Beku, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, menjadi saksi nyata dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui program Tanaman Obat Keluarga (Toga) yang diinisiasi oleh Kelompok 18 peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta tahun 2025.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan tanaman obat sebagai alternatif pengobatan dan peningkatan kesehatan keluarga.

banner 300x250

Dalam rangkaian kegiatan ini, kelompok KKN melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada warga desa mengenai cara menanam, merawat, dan memanfaatkan tanaman obat. Taman Hatinya PKK Desa Beku dipilih sebagai lokasi strategis untuk pengembangan TOGA, di mana warga dapat belajar langsung dan melihat hasil dari tanaman yang ditanam.

Kegiatan dimulai dengan penanaman berbagai jenis tanaman obat, seperti jahe, kunyit, dan lidah buaya, yang dikenal memiliki khasiat untuk kesehatan.

Selain itu, kelompok KKN juga mengadakan penyuluhan tentang manfaat masing-masing tanaman, serta cara pengolahannya menjadi ramuan herbal yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Portalika.com/Ist

“Dengan adanya program ini, kami berharap masyarakat Desa Beku dapat lebih mandiri dalam menjaga kesehatan keluarga mereka. Tanaman obat tidak hanya bermanfaat, tetapi juga dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi warga,” ungkap Fattah Ketua kelompok KKN.

Menurutnya kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Banyak warga yang antusias untuk berpartisipasi dalam penanaman dan perawatan tanaman obat.

Selain itu, program ini juga diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong di antara warga desa.

Melalui program Tanaman Obat Keluarga ini, Kelompok 18 KKN Unisri Surakarta tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk kembali ke alam dan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar mereka. Dengan demikian, diharapkan Desa Beku dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan potensi lokal melalui pemanfaatan tanaman obat.

Kegiatan ini merupakan langkah awal yang baik untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan mandiri, serta menjaga kelestarian lingkungan melalui pertanian berkelanjutan. Mari kita dukung dan lestarikan program-program positif seperti ini demi masa depan yang lebih baik. (*)

Editor: Suryono

Komentar