Wamen HAM: Hari Kartini Momentum Perkuat Pendidikan Dan Kesetaraan Perempuan

Sambangi Kabupaten Jepara

banner 468x60

Portalika.com [JEPARA] – Wakil Menteri HAM, Mugiyanto menegaskan Hari Kartini merupakan momentum reflektif untuk membedah dan menghidupkan kembali pemikiran Raden Ajeng (RA) Kartini dalam konteks pembangunan sumber daya manusia, pemajuan hak asasi manusia (HAM), dan penguatan kesetaraan gender.

“Kartini tidak berjuang agar dikenang dengan seremonial. Kartini menulis, melawan, dan terluka agar perempuan Indonesia bisa berdiri sama tegak, berpikir sama tajam, dan bermimpi sama tinggi dengan siapa pun,” tegas Mugiyanto saat menghadiri Peringatan Hari Kartini ke-147 di Pendopo Kartini, yang berada di area Kantor Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Selasa, 21 April 2026.

banner 300x250

Pria kelahiran Kabupaten Jepara ini menjelaskan bahwa RA Kartini pada masanya turut memperjuangkan hak-hak perempuan, khususnya hak atas pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan merupakan hak dasar setiap manusia.

“Pendidikan bukan agar perempuan menjadi istri yang bisa diajak berdiskusi oleh suami, tetapi agar perempuan menjadi manusia yang utuh, serta menjadi manusia yang bisa memilih, menolak, dan memimpin,” ujarnya.

Mugiyanto juga menyinggung bahwa angka partisipasi sekolah perempuan saat ini telah mengalami peningkatan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2025, angka putus sekolah perempuan di jenjang SMA hanya ada di kisaran 2,14%.

Persentase ini diketahui lebih tinggi di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Hal ini tidak terlepas dari faktor kemiskinan, perkawinan anak, serta anggapan bahwa perempuan tidak perlu menempuh pendidikan tinggi.

Lebih lanjut, ia menekankan perjuangan RA Kartini berfokus pada pembebasan perempuan dari keterbatasan akses pendidikan dan ruang berekspresi, sehingga nilai-nilai perjuangannya tetap relevan dalam menjawab tantangan perempuan masa kini.

Ia menegaskan bahwa pendidikan perempuan merupakan hak fundamental yang harus dijamin tanpa diskriminasi, termasuk melalui pencegahan putus sekolah dan perkawinan anak.

“Tema peringatan Hari Kartini ‘Perempuan Bermimpi, Perempuan Menginspirasi’ harus dimaknai sebagai ajakan untuk membuka ruang bagi perempuan dalam bermimpi, berprestasi, dan mengambil peran strategis di berbagai sektor kehidupan,” jelasnya.

Usai rangkaian acara, Mugiyanto berkesempatan mengunjungi Museum Kartini yang berada di kawasan yang sama. Ia turut mengikuti kegiatan mengukir kayu dan membatik bersama para pelajar dari berbagai sekolah serta komunitas perempuan di Jepara.

Turut hadir dalam peringatan ini Bupati Jepara, Witiarso Utomo, Wakil Bupati Jepara, M Ibnu Hajar, Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Tengah, serta perwakilan masyarakat Kabupaten Jepara. (Ariyanto/*)

Komentar