Wawalkot Astrid Jadi Ketua DPW Dewi Pertiwi Jateng

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Astrid Widayani resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Dewi Pertiwi Jawa Tengah di The Ballroom at Jakarta Theater, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026 pukul 14.00 WIB.

Astrid mendapat tugas membangun struktur DPW Pertiwi Jawa Tengah, menyiapkan kepengurusan, memperluas jaringan hingga berbagai daerah, serta menggerakkan program pemberdayaan dan perlindungan perempuan dan anak.

banner 300x250

Astrid mengatakan Pertiwi tidak boleh hanya menjadi organisasi dengan struktur yang lengkap. Organisasi tersebut harus menjadi ruang bagi perempuan untuk berkembang, mendapatkan akses, sekaligus memperoleh perlindungan ketika menghadapi persoalan.

“Bagi saya, perempuan berdaya bukan hanya perempuan yang punya kesempatan untuk berkembang. Perempuan juga harus merasa aman, terlindungi, punya akses terhadap layanan dasar, dan memiliki keberanian untuk menentukan masa depannya. Jadi pemberdayaan dan perlindungan harus berjalan bersama,” ujarnya.

Pertiwi merupakan perkumpulan lintas generasi yang menghimpun perempuan di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, politik, dan pemberdayaan UMKM. Keanggotaannya terbuka tanpa kewajiban memiliki KTA partai dan diarahkan menjangkau perempuan dari berbagai latar sosial, ekonomi, dan budaya hingga tingkat kampung dan kelurahan.

BACA JUGA  Tinjau Korban Banjir Demak, Ahmad Luthfi Upayakan Layanan Dasar Warga Tetap Terpenuhi

Organisasi ini membawa visi mewujudkan perempuan Indonesia yang berdaya, cerdas, dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui gerakan yang bergerak nyata, memberdayakan, dan berdampak. Semangat tersebut dirangkum dalam tagline “Bergerak, Berdaya, Berdampak.”

Nama Dewi Pertiwi dimaknai sebagai Dewi Bumi atau Ibu Bumi, yang menjadi simbol sumber kehidupan, keibuan dan kesuburan, sekaligus semangat perempuan Indonesia dalam menopang dan membangun bangsa.

DPW Pertiwi memiliki sejumlah misi, mulai dari menjadi mitra strategis dalam menggalang kekuatan perempuan, menggerakkan kegiatan sosial dan kemanusiaan, meningkatkan kualitas pendidikan perempuan, memperluas kesadaran dan akses terhadap layanan kesehatan, merekrut serta membina perempuan muda sebagai kader politik, hingga memberdayakan perempuan pelaku UMKM melalui pelatihan, pendampingan dan perluasan jaringan usaha.

Salah satu agenda yang akan didorong Astrid di Jawa Tengah adalah deklarasi “Perempuan Berdokumen”. Program ini diarahkan untuk memastikan perempuan memiliki dokumen kependudukan yang lengkap dan valid.

Astrid menilai dokumen kependudukan bukan sekadar urusan administrasi, melainkan pintu untuk mendapatkan pendidikan, kesehatan, layanan sosial, perlindungan dan berbagai kesempatan.

BACA JUGA  Ribuan Warga NU Ziarah Ke Makam Lj Agemg Sutowijoyo. NU Satu Komando Kyai

“Di balik dokumen ada akses terhadap pendidikan, kesehatan, layanan sosial, perlindungan dan berbagai kesempatan lainnya. Karena itu, kita ingin memastikan perempuan di Jawa Tengah tidak kehilangan hak hanya karena persoalan administrasi,” katanya.

Ia juga mengaitkan persoalan dokumen dengan perlindungan perempuan dan anak, khususnya kelompok rentan.

“Jangan sampai ada perempuan atau anak yang tidak terlihat karena tidak tercatat. Kita ingin mereka hadir dalam data, hadir dalam layanan, dan hadir dalam perhatian kita. Dengan begitu, ketika ada persoalan, negara dan masyarakat punya dasar untuk memberikan perlindungan dan pendampingan,” ujarnya.

Gerakan Pertiwi juga mencakup advokasi perempuan dan anak, pendidikan, kesehatan, sosial, olahraga hingga politik. Ketua Umum Dewi Pertiwi Fenty Noverita sebelumnya menyebut organisasi tersebut memiliki 14 departemen, salah satunya bergerak di bidang advokasi perempuan dan anak. Fenty juga menekankan luasnya ruang kerja perempuan, mulai pendidikan, kesehatan, sosial, olahraga hingga politik.

“Jadi sebenarnya kerja-kerja perempuan di wilayah itu banyak sekali. Ada pendidikan, kesehatan, sosial, olahraga hingga politik,” ujar Fenty.

BACA JUGA  Relokasi Korban Tanah Gerak Tegal Dipercepat, Pemprov Jateng Kaji Geologi 4 Calon Lahan Huntara

Astrid mengatakan penguatan perlindungan harus berjalan bersama peningkatan kapasitas perempuan. Pendidikan, keterampilan, jejaring, kewirausahaan dan kepemimpinan diperlukan agar perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi mampu menjadi penggerak di lingkungannya.

“Perempuan punya banyak potensi yang sering kali hanya membutuhkan kesempatan. Tugas kita adalah membuka kesempatan itu, memperluas aksesnya, lalu membangun lingkungan yang membuat mereka berani mencoba dan berkembang. Ketika satu perempuan tumbuh, dampaknya bisa dirasakan oleh keluarga dan lingkungan di sekitarnya,” tuturnya.

Menurut Astrid, Dewi Pertiwi Jawa Tengah tidak akan dibangun dengan pendekatan seragam. Pemetaan potensi dan kebutuhan perempuan di setiap kabupaten dan kota akan menjadi dasar penyusunan program.

“Jawa Tengah sangat luas dan karakter setiap daerah berbeda. Kita tidak ingin datang membawa program yang semuanya sudah jadi. Kita ingin mendengar dulu, melihat kebutuhan di lapangan, lalu bersama-sama menyusun apa yang memang dibutuhkan perempuan di daerah tersebut,” katanya. (Ariyanto)

Komentar