Portalika.com [SURAKARTA] – Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani, mengisi kultum dalam agenda keagamaan di Ruang Utama Salat Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Sabtu, 21 Februari 2026 malam. Dalam kesempatan tersebut, Astrid mengangkat tema “Membangun Smart City Surakarta” di hadapan jemaah.
Dalam kultumnya, Astrid menegaskan bahwa pembangunan smart city bukan sekadar soal digitalisasi, melainkan upaya membangun kota yang cerdas secara tata kelola dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Smart city bukan hanya tentang teknologi, tetapi bagaimana tata kelola pemerintahan bisa semakin transparan, pelayanan publik semakin mudah diakses, dan masyarakat semakin berdaya,” ujar Astrid.
Ia memaparkan enam fokus pilar pembangunan smart city Surakarta, yakni governance, branding, economy, living, society, dan environment.
Pada pilar governance, Pemkot Surakarta terus mendorong tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel berbasis digital. Sementara pada pilar branding, kota didorong memiliki identitas kuat sebagai kota budaya yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Di sektor economy, Astrid menekankan penguatan UMKM dan ekonomi kreatif melalui pemanfaatan teknologi dan perluasan akses pasar. Pilar living diarahkan pada peningkatan kualitas hidup warga melalui layanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur yang lebih baik.
Adapun pilar society berfokus pada pembangunan masyarakat yang inklusif, partisipatif, dan berdaya saing. Sedangkan environment menitikberatkan pada pembangunan berkelanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Astrid juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Ramadan sebagai refleksi untuk membangun kota secara kolektif.
“Semangat Ramadan mengajarkan nilai integritas, kepedulian, dan gotong royong. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi dalam membangun Surakarta sebagai smart city yang tidak hanya cerdas secara sistem, tetapi juga kuat secara moral dan sosial,” katanya. (Ariyanto)












Komentar