Portalika.com [SURAKARTA] – Forum Remaja Palang Merah Indonesia (Forpis) Surakarta sukses menyelenggarakan Seminar Bahasa Isyarat yang diikuti oleh 80 peserta mulai dari pelajar SMP hingga SMA se-Surakarta.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya remaja akan pentingnya komunikasi yang inklusif serta memperkenalkan dasar-dasar bahasa isyarat sebagai sarana berinteraksi dengan teman-teman tuli.
Seminar yang berlangsung di Aula SMA Negeri 6 Surakarta ini dibuka Bambang Nugroho, SSn, MSn, selaku Pengurus PMI Bidang Relawan & Penanggulangan Bencana didampingi Kepala Markas PMI Kota Surakarta, Riki Mirzam Abdurrozaq. Serta menghadirkan narasumber yang berpengalaman di bidang bahasa isyarat dan pendidikan inklusif.
Peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya bahasa isyarat, etika berkomunikasi dengan penyandang disabilitas pendengaran, serta praktik langsung penggunaan bahasa isyarat dasar dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua pelaksana, Zahra menyampaikan kegiatan ini merupakan sarana untuk mendukung terciptanya lingkungan yang ramah dan inklusif bagi masyarakat umum, terutama anggota PMR se-Surakarta.
“Saya harap melalui Seminar Bahasa Isyarat ini, peserta bisa lebih meningkatkan kepedulian terhadap teman-teman disabilitas dan mampu membangun relasi juga komunikasi tanpa batas di tengah masyarakat,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat sesi praktik dan tanya jawab. Banyak peserta mendapatkan wawasan dan ilmu baru mengenai dasar-dasar bahasa isyarat sebagai salah satu upaya menghargai keberagaman.
Dengan terselenggaranya seminar ini, Forpis berharap semakin banyak generasi muda yang peduli terhadap isu inklusivitas dan terdorong untuk mempelajari bahasa isyarat sebagai langkah nyata menciptakan masyarakat yang lebih terbuka dan saling menghargai. (Ariyanto)












Komentar