Portalika.com [WONOGIRI] – Seratusan pelajar di Wonogiri Kota mengalami mual, muntah dan diare sehingga mereka izin tidak masuk sekolah berjamaah, Jumat, 12 September 2025. Mereka mendapatkan perawatan di rumah dan seorang dirawat di rumah sakit.
Seratusan murid tersebut diduga mengalami keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang dikonsumi pada Kamis sehari sebelumnya. Kepala SMAN 2 Wonogiri, Widodo saat mengonfirmasi membenarkan kabar tidak masuknya anak didik ke sekolah. Kepastian itu terungkap setelah orangtua murid dan ke sekolah.
“Ada satu orangtua murid datang ke sekolah mengizinkan anaknya tidak masuk sekolah karena diare, selang tak lama datang lagi orangtua dengan hal sama. Mendapat informasi itu kami sarankan kepada orangtua untuk segera memeriksakan kondisi kesehatan anak ke rumah sakit,” ujarnya.
Widodo bercerita seusai menerima laporan pihaknya meminta guru dan bagian kesiswaan mengecek kelas-kelas di sektor barat dan sektor timur. Hasil pelacakan menunjukkan banyak murid dari berbagai kelas mengalami gejala yang sama dan terdata terdapat 110 murid dengan kondisi sama, yakni diare dan muntah sehingga dipulangkan untuk mendapatkan perawatan.

“Seorang murid di opnama di RS Mulia Hati. Kami mencari informasi dan berkoordinasi dengan pihak dapur MBG. Di MI terdapat 30 anak dikabarkan muntas dan diare juga sehingga pihak dapur MBG dan kepalanya datang ke sekolah untuk melakukan pengecekan dan menengok pasien. Kami sudah melaporkan kejadian itu ke puskesmas dan dinas Pendidikan,” jelasnya.
Widodo bersama pihak MBG menengok seorang muridnya yang diduga keracunan di rumah sakit dan rumahnya. Hasilnya, kondisi kesehatan siswa tersebut mulai membaik.
Lebih lanjut Widodo bercerita dirinya menjabat di SMAN 2 Wonogiri pada 11Juni 2025. “Saat kami menjabat berbarengan dengan pelaksanaan MBG di sekolah. Kami perkirakan makanan pada Kamis karena orangtua bercerita anak mengalami muntah dan diare pada waktu Maghrib atau malam namun hari ini [Jumat] murid-murid aman. Kami berharap kejadian ini yang pertama dan terakhir,” katanya. (Triantotus)












Komentar