Portalika.com [SUKOHARJO] – Pengurus Harian Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jetis 1 dan 2 studi banding ke PRM Blimbing, Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Minggu, 24 Maret 2024.
Ketua PRM Jetis 1, Suryanto, ST dan Jetis 2, Ir Rudy Setyohadi, Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo, dalam studi banding diterima Ketua PRM Blimbing Sarwanto, SAg di Masjid Baiturokhim, Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo.
Sarwanto enyampaikan Dusun Blimbing ada 2 PRM yakni PRM Blimbing dan Kauman. Nama Blimbing, ujarnya, selain dipergunakan nama PRM juga nama PCM Blimbing.
Baca juga: Marpuji Ali Ajak Teladani Nilai Perjuangan Tokoh Muhammadiyah NTT
Menurutnya, keberadaan PCM Blimbing telah ada sejak tahun 1953 tepatnya tanggal 16 November. PCM Blimbing terbentuk sebelum PDM Sukoharjo ada sebab PDM Sukoharjo terbentuk baru di tahun 1970.
“Oleh karena itu PCM dan PRM Blimbing saat ini telah berkembang pesat di banding PCM maupun PRM se-Kabupaten Sukoharjo,” katanya.
Menurut keterangan ketua PRM Blimbing bahwa hampir 95% masyarakatnya telah menjadi warga persyarikatan Muhammadiyah, kemudian prestasi PRM Blimbing cukup gemilang. Dari 32 PRM yang ada di wilayah ini PRM Blimbing adalan yang terbaik dalam lomba Monitoring Ranting Unggulan tahun 2018.
“Bahkan di saat mengikuti lomba tingkat Karesidenan Surakarta tahun 2017 meraih juara 3 Ranting Unggulan yang diadakan oleh Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting PWM Jawa Tengah,” paparnya.
Dia menjelaskan keberadaan PRM Blimbing sangat terasa manfaatnya bagi masyarakat. Berbagai program semuanya bisa dilaksanakan dengan baik. Selain pengajian-pengajian rutin, maka PRM Blimbing juga mempunyai beberapa bidang antara lain bidang Pembina Kesejahteraan Umat (PKU) dan Sosial.
Bidang ini mempunyai program antara lain memberikan santunan setiap warga yang sakit atau meninggal dunia, santunan anak Yatim dan Dhuafa. Bidang Pendidikan dan Kader Ranting ini bahkan telah mampu memberikan honor setiap bulan bagi guru madrasah Diniyah maupun guru-guru TPQ.
Sumber pendapatan PRM, ujarnya, terbesar antara lain berasal dari infaq bulanan dari jamaah berupa omplong. Kisaran perolehan infaq dari tahun 2020 – 2023 rata-rata Rp38 juta per tahun.
Rudy Setyohadi, saat dijumpai menyampaikan rasanya tidak salah memilih studi banding ke PRM Blimbing yang mempunyai dengan segudang prestasi. (Begug SW)












Komentar