Portalika.com [SOLO] – Calon Walikota Solo, nomer urut 2, Respati Ardi terus memanfaatkan masa kampanye dengan berbagai kegiatan di setiap harinya. Di Jalan Singosari, Nusukan, Solo sebuah gerobak bakso tiba-tiba dihentikan oleh Respati, Jumat kemarin.
Sehari sebelumnya, Kamis, Respati mendengarkan pernyataan PKL di Kota Barat apakah akan ada penggusuran.
Di Nusulan ini, setelah gerobak berhenti, Respati memesan puluhan porsi bakso untuk dibagikan kepada warga Nusukan yang sedang mengikuti sarasehan dan silaturahmi di depan sebuah rumah.
Baca juga: Sopir Becak Dan Masyarakat Tionghoa Solo Deklarasi Dukung Respati-Astrid
Giyatno, penjual bakso, mengatakan dirinya baru saja keluar untuk berjualan dan merasa senang diborong oleh Respati Ardi. “Seneng Alhamdulillah, gak sengaja lewat dan diborong oleh Pak Respati. Sukses selalu buat Pak Respati,” kata Giyatno kegirangan.
Tak hanya bakso yang diborong oleh Respati Ardi, penjual nasi bungkus juga senang karena dagangannya diborong dan dibagikan kepada warga.
“Senang banget lah, ini jualan nasi bandeng dan minuman teh, es teh. Semoga Kota Solo jadi lebih baik dipegang Mas Respati,” kata Syaifah, wanita paruh baya penjual nasi bungkus.
Dalam sarasehan tersebut, Respati Ardi memperkenalkan diri sebagai calon Wali Kota Solo nomer urut 2, berpasangan dengan Rektor di Universitas Surakarta (UNSA), Astrid Widayani, sebagai calon Wakil Wali Kota.
“Saya ditugaskan oleh Pak Jokowi dan Mas Gibran untuk memastikan bantuan PKH, KIS, KIP, PIP, RTLH semuanya tetap hadir di masyarakat. Dan tentunya itu semua bisa terlaksana apabila ada dukungan dari bapak, ibu semuanya,” ujar Respati Ardi.
Respati juga menjelaskan selain ada program Posyandu Plus, juga ada akan insentif untuk kader Posyandu dan kader PKK. “Saya ada program Posyandu Plus, yang nanti kita hadirkan psikolog di tiap kegiatan Posyandu untuk mengatasi kesehatan mental atau mental health,” lanjut Respati.
Selain menyampaikan tentang dana pensiun, jaminan hari tua untuk pengurus RT/RW, Respati Ardi juga mengungkapkan jika dirinya menjadi Walikota Solo, untuk 100 hari pertama, akan berkantor di kelurahan.
“Jadi kalau pengurus RT/RW sudah dapat keluhan banyak dari warganya, bisa langsung ketemu saya di kelurahan, supaya jika ada permasalahan bisa cepat teratasi,” ungkap Respati Ardi.
PKL Was-was
Sementara itu, blusukan di Mangkubumen, Respati menerima keluhan PKL yang was-was akan digusur. Calon Walikota Solo nomer urut 2, berkomitmen untuk melanjutkan program yang dibawa oleh Gibran Rakabuming.
Datang ditemani sang istri, Vennesa Winestasia, ketua Hipmi Solo itu mulai memperkenalkan dirinya usai menyalami seluruh warga. “Saya Respati Ahmad Ardianto, calon Walikota Solo nomer urut 2, mohon doa restu dan dukungannya agar bermanfaat untuk warga dan masyarakat Kota Solo. Oh iya, ini bukan Mbak Astrid nggih Ibu-ibu, ini istri saya, namanya Mbak Venny atau Ibu Respati,” ungkap Respati di depan seluruh warga.
Usai menjelaskan program-program unggulan, Respati mempersilakan warga untuk bertanya mau pun memberi saran serta masukan.
“Saya pelaku PKL di Kota Barat, Mas. Kebetulan saya juga sebagai pengurus PKL Kota Barat, saya ingin menyampaikan masukan. Jikalau nanti Mas Respati terpilih menjadi Wali Kota, bagi PKL yang belum tergabung dalam paguyuban PKL Solo ke depannya bagaimana supaya tidak ada penggusuran,” ungkap Dio.
“Saya lanjut nggih, Mas, yang ingin saya tanyakan tadi kan Mas Respati menyampaikan prioritasnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan UMKM. Nah, untuk kebudayaan dan kearifan lokal ini apakah juga mendapat perhatian dari Mas Respati?” Andi, pelaku seni dan budaya menambahkan.
Menanggapi aduan warga terkait PKL, Respati menyampaikan pesan Jokowi saat ditemuinya di Wedangan Pendhopo minggu lalu. “Untuk PKL, minggu lalu saya bertemu dengan Pak Jokowi dan beliau berpesan untuk PKL harus diperjuangkan. Kalau bisa, UMKM PKL ini dibantu untuk di-make up, dibagusin lagi, diajarin dan ditata agar lebih bagus, lebih mudah untuk pedagang dan pembeli bertransaksi. Itu akan jadi hal yang utama, saya akan memastikan PKL tetap berjualan tanpa harus was-was akan penggusuran,” jelas Respati.
“Untuk kebudayaan dan kearifan lokal ini sudah menjadi kewajiban, masuk di bidang pendidikan nggih, Pak. Kita akan tetap melestarikan budaya Kota Solo. Bahwa ke depan, akan ada beasiswa pendidikan bagi para pengrawit, penari, penabuh gamelan, dalang, dan masih banyak lagi potensi seni di Kota Solo ini. Tidak akan kita tinggalkan, karena Kota Solo Harus Berbudaya untuk Muda yang Mendunia,” tandas Respati. (Ariyanto/*)












Komentar