Novita Hardini Minta Kesejahteraan Kader Posyandu Diperhatikan

banner 468x60

Portalika.com [TRENGGALEK, JAWA TIMUR] – Ketua tim pembina posyandu Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini berharap kesejahteraan kader posyandu diperhatikan.

Pernyataan itu disampaikan Novita saat pengukuhan Tim Pembina Posyandu Kabupaten Trenggalek masa bakti 2025-2030, Sabtu, 3 Mei 2025

banner 300x250

Sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini merasa perlu memperjuangkan kesejahteraan kader.

Menurutnya kader posyandu mempunyai peran luar biasa. Terutama dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di masyarakat.

Mereka menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan primer di tingkat desa, memberikan edukasi, pemantauan pertumbuhan, dan deteksi dini masalah kesehatan.

Kader Posyandu juga berperan dalam menggerakkan pembangunan di bidang kesehatan dan membantu pemerintah dalam mengurangi angka kematian ibu dan bayi.

“Saya melihat semangat juang, para Kartini ini mampu pula membuktikan bahwa kita mampu menjadi penggerak perubahan peradaban bangsa kita,” ungkap Novita, di Gedung Bawarasa.

Banyak tantangan Indonesia hari ini di tengah hantaman efisiensi yang tak kalah hebatnya jadi pada tantangan covid pada beberapa waktu lalu. “Saya pikir kalau kita tidak bersama-sama maka kita akan hancur lebur,” ujarnya.

Dia menyatakan, kegiatan bersama-sama seperti apa? “Pemerintah tolong jangan pernah lelah untuk memberikan pelatihan dan pelatihan. Pelatihannya jangan hanya satu tahun dilaksanakan dua kali saja, tapi kalau bisa itu berkesinambungan.”

Diharapkan pelatihan bisa sebulan sekali. “Harus ada pelatihan yang kita-kita aja di pinggir pertama yang dekat dengan Bupati, dekat dengan ibu Bupati, kita terkadang tidak tahu literasi kesehatan yang benar itu bagaimana. Mengasuh anak yang benar itu bagaimana, makanan yang sehat itu bagaimana, apalagi masyarakat kita,” tandasnya.

Novita optimis dengan adanya tim pembina posyandu ini Insya Allah program-program pelatihan masyarakat di tingkat bawah bisa terlaksana. Selama ada ada ruang budgeting didalamnya. “Maka dari itu di sini Bapak Bupati saya bersama teman-teman di Tim Pembina Posyandu ini jangan hanya dibantu untuk sosialisasi ke bawah, tapi dipikirkan juga dong kesejahteraan kader-kader Posyandu yang ada di bawah,” katanya.

Karena kalau tidak dibantu oleh kader-kader Posyandu, ujarnya, maka beberapa cita-cita Bapak Presiden, juga akan susah untuk didapat. Karena salah satu cara kemajuan di bidang ekonomi ataupun pendidikan kalau jiwa raganya tidak sehat saya pikir rasa akan sulit didapat.

Tim Pembina Posyandu dilihat sudah super tim. “Saya yakin dengan dikukuhkannya anggota posyandu 2025 sampai 2030. Tidak hanya masalah tentang kesehatan, tapi ekosistem yang akan terbangun dengan baik,” ujarnya.

“Saya lihat bapak Bupati juga menaruh perhatian lebih. Dan saya tadi berpesan beberapa hal yang penting, bahwa ada masalah yang paling utama selain masalah tentang stanting atau kesehatan masyarakat. Perhatian terhadap kader-kader Posyandu yang ada di bawah,” lanjut Master of Economic UIN SATU itu.

“Tadi saya mendengar ada beberapa program dari bapak bupati. Saya optimistis beberapa tahun kedepan mulai kelihatan hilalnya bagaimana kader-kader Posyandu ini bisa sejahtera ekonominya,” sambungnya. (Rudi sukamto)

Komentar