Portalika.com [SOLO] – Sekretaris Dinas Tenaa Kerja (Disnaker) Surakarta, Jateng, Dr Wahyu Indianto MH menggaris bawahi bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Solo, Jateng naik. Angkanya mencapai 4,61 persen atau sekitar 13.500 calon tenaga kerja (canaker).
“Angka pengangguran ini cukup besar. Meskipun untuk tingkat Jateng kita paling kecil,” ujar dia saat memberi sambutan pada pembukaan Job Expo 2025 Unisri di Auditorium, Kampus Univeersitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta (Solo) Selasa, 1 Juli 2025.
Terkait kenyataan itu Rektor Unisri Prof Dr Sutoyo melalui Wakil Rektor III Unisri, Joko Pramono mengatakan gelaran Job Expo 2025 ini bisa menjembatani antara pencari kerja dengan pemberi kerja secara efektif.
“Job Expo ini rutin kami adakan sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-45 Unisri. Tidak hanya untuk alumni Unisri, tapi juga terbuka bagi masyarakat umum, khususnya Solo Raya dan Jawa Tengah,” tegas dia.
Sementara itu pembukaan dilakukan secara simbolis dengan pemotongan pita oleh Sekretaris Yayasan Perguruan Tinggi Slamet Riyadi Surakarta, Dr Widiastuti SH MS MHum.
Pembukaan ini sekaligus menandai dimulainya pameran stan sekitar 40 perusahaan dari berbagai sektor industri, dengan menyediakan sekitar 2.500 lowongan pekerjaan.
Lebih lanjut Wahyu mengungkapkan kenaikan jumlah pengangguran di Kota Solo dinilai menjadi suatu tantangan tersendiri. Kenaikan jumlah pengangguran diduga terjadi tak lepas dari kondisi ekonomi, kondisi global yang dalam hal ini banyak sekali ketidakpastian, ambiguity dan sebagainya.
Dia menjelaskan Gen Z kadang disebut sebagai generasi strawbery, indah, bagus tapi lembek. Dia menjelaskan di Dinas Tenaga Kerja, ada program Rumah Siap Kerja.
Program ini memberi kesempatan bekerja seluas-lasnya bagi warga Solo dan Solo Raya. Karena Dinas Tenaga Kerja Kota Solo itu menerima semua aduan dan konsultasi bukan hanya dari warga Solo.
Kerja Ke Jepang Gratis
Dari pendataan, papar dia, aduan banyak datang dari luar kota. Sebenarnya pekerja bukan orang Solo, perusahaan juga bukan dari Solo tapi diadukan ke Dinas Tenaga Kerja Kota Solo namun pihaknya tetap melayani.
Dalam rumah siap kerja ini para mahasiswa atau alumni disediakan kelas siap kerja. Kelas siap kerja ini mengajarkan bimbingan jabatan dan juga memberikan konsultasi pengajaran untuk membuat lamaran untuk wawancara, untuk negosiasi gaji dan sebagainya.
Untuk itu jika nanti ada peminat, mereka bisa mendaftar terus jadwalkan sehingga nanti sekian puluh orang dibuatkan satu kelas. Yang paling baru adalah program Mas Wali. Program ini memberikan kesempatan bekerja atau magang di luar negeri khususnya ke Jepang dengan beaya nol atau gratis.
“Jadi setiap pekerja yang nanti diseleksi akan ditempatkan di Jepang dia akan dilatih oleh Lembaga Pendidikan Keterampilan Kerja. Mereka akan dilatih selama tiga bulan dengan beaya kira-kira Rp40 juta. Dan ini oleh Pemerintah Kota Solo digratiskan,” kata Wayu.
Hal itu dimungkinkan karena pihaknya bekerja sama dengan beberapa bank, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang akan memakai skema pembeayaan kredit UKM dengan bunga 6 persen per tahun. Bunga ini dinilai cukup rendah.
Jadi nanti Himbara akan membayar ke NPK (Nomor Pokok Kantor)-nya, pekerjanya tidak membayar sama sekali. Cuma nanti selama dia bekerja akan dipotong. Ini dinilai cukup membantu mereka yang bekerja. Sayangnya minat dari orang Solo sangat rendah.
Terkait dengan pembukaan Job Expo 2025 ini dia mengucapkan selamat kepada Unisri yang menggelar kegiatan tersebut. Dia berharap kegiatan ini sukses berkepanjangan, tidak digelar sesaat.
Di bagian lain Kepala UPT Unisri Career Center (UCC), Sarafuddin SPd MPd mengemukakan target pengunjung Unisri Job Expo 2025 adalah 3.000 orang atau meningkat dibanding tahun lalu sebanyak 2.500 orang.
Menurut dia antusiasme masyarakat terlihat dari pendaftar yang berasal dari berbagai daerah. Tidak hanya dari alumni Unisri, tapi juga dari kampus dan sekolah lain di Jateng dan DI Yogyakarta.
“Pendaftaran gratis, baik secara online maupun langsung di lokasi,” kata dia.
Dia menjelaskan Unisri telah mengantongi izin resmi sebagai penyelenggara Bursa Kerja Khusus (BKK) sejak 2019. Hal ini menjamin kegiatan Job Expo berjalan sesuai regulasi pemerintah, serta menjadi saluran resmi penempatan tenaga kerja dalam negeri. (Iskandar)












Komentar