Mahasiswa KPM Staimas Dorong Produk Opak Lemahbang Jadi Fondasi Kemandirian Ekonomi

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) 6 Desa Lemahbang, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri ikut dalam kegiatan pemberdayaan ekonomi warga dengan mengikuti proses pembuatan opak di rumah Yuni, warga Dusun Sambeng, Sabtu, 19 Juli 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan potensi lokal sekaligus upaya mendukung UMKM desa agar mampu bersaing di era digital.

banner 300x250

Opak, merupakan camilan khas berbahan dasar singkong, menjadi produk andalan warga yang memiliki cita rasa gurih dan renyah. Tidak hanya menyaksikan, mahasiswa juga terlibat aktif dalam setiap tahapan pembuatannya, termasuk pemasakan, pencetakan hingga proses penjemuran.

Bahan-bahan pembuatan opak adalah singkong 10 kg, bawang putih, ketumbar, gula, penyedap rasa dan garam. Langkah pembuatan yakni singkong dikupas dan dicuci bersih kemudian diparut menggunakan mesin parut.

Hasil dari parutan diperas untuk menghilangkan racun alami, hasil perasan dicampur dengan pati singkong dan dimasak bersama bumbu halus hingga mengental. Adonan matang dicetak bulat pipih dan dijemur minimal dua hari dan setelah kering, opak siap dikemas dan dipasarkan.

Tidak hanya fokus pada produksi, mahasiswa juga memberikan pelatihan pemasaran digital sederhana, seperti penggunaan media sosial untuk promosi, pengemasan yang menarik, dan penguatan merek Opak Mukti Jaya (OMJ) serta pengenalan merek Opak Jumbo Mukti Jaya (OJMJ).

Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Desa Lemahbang tak hanya terlibat dalam proses produksi opak di rumah Yuni, tetapi juga memberikan pelatihan sederhana terkait pemasaran digital.

“Jika yang kecil sudah ada nama merek OMJ, bagaimana jika yang jumbo diberi nama OJMJ? Nanti akan kami bantu buatkan label pemasarannya,” ujar Imam Roziqi, salah satu mahasiswa KPM.

Ketua kelompok 3, Pondra Argadia, berharap kegiatan ini menjadi titik awal pengembangan potensi lokal yang lebih mandiri.

“Kami ingin masyarakat bisa memanfaatkan teknologi digital agar produk mereka lebih dikenal luas dan memiliki nilai jual yang meningkat,” ungkapnya.

Melalui pendampingan ini, mahasiswa KPM berharap produk opak khas Lemahbang mampu bersaing di pasar yang lebih luas dengan identitas merek yang kuat dan strategi pemasaran yang tepat. (Ulya Imroatun Nihayah/*)

Komentar